HOROR HARAH

Seperti biasa, pagi-pagi dalam perjalanan ke kantor aku diguyur gerimis yang melunturkan bedak dan melicinkan aspal. Jelas aja, lha wong musim ujan yak… Tikung kanan dan kiri, sedikit manuver ngakalin ban depan yang udah gundul, menghindari tukang kerupuk yang bawaannya menggunung kanan kiri, sempat terlintas di pikiranku tentang kecelakaan. Yang ini memang perlu diingat agar dihindari. Trus keingat juga tentang darah yang identik dengan kata kunci pertama. Trus kepikiran juga sama kegiatan donor darah dua hari lagi. Karena hari ini mesti ngecek berapa korban yang terjaring dalam form peserta. Rasanya sih pe-de aja, karena sasarannya kan mahasiswa dan kolega yang paham betul tentang pentingnya acara ini. Jadi ya, prekdisiku sih mencapai target minimal-lah.

Telpon sana telpon sini, ngecek jumlah pendaftar, Alhamdulillah gak mengecewakan. Walaupun , sejujurnya agak ketar-ketir, karena ternyata banyak kolega yang notabene adalah tenaga medis dan paramedis takut sama jarum suntik. Sempat juga sih aku tawarkan, gimana kalo donor pake pisau bedah? Eh, malah mereka sibuk protes-protes sambil nyumpahin aku. Lha piye, kalo nyuntik orang aja hayoo, giliran dimintai sumbangan darah “no teng”.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s