Saldomania

Kyaa…Rasanya udah berabad-abad gak nengokin spot tercinta ini. Tempat curahan hati saat kesal sampai senang, dari intensitas rendah sampai tinggi. Kali ini aku mengusung sapa tentang masa berakhirnya kepanitiaan yang sudah aku ceritakan di kisah-kisah sebelumnya.

Seperti lazimnya semua kegiatan yang dilakukan manusia, prinsip pertama yang akan dipegang adalah bekerja seminimal mungkin demi keuntungan sebesar-besarnya. Prinsip ekonomi-lah… Rasanya itu berlaku untuk semua hal. Terutama urusan per-duit-an dalam kepanitiaan kemarin itu. Hehehe… Begitu kegiatan udah mulai kukut-kukut dan sang sekretaris udah nagih-nagih LPJ, sang bendahara juga mulai meng-up grade laporan di sana-sini demi mengais rupiah yang mungkin tersisa. Eh, bukan mungkin ding, tapi HARUS ada saldo. Demikian ancam rekan panitia urusan lain. Ujung-ujungnya kami mulai kasak-kusuk mengira-ngira berapa Rp yang mungkin bisa dibawa pulang.

Beberapa hari belakangan sang bendahara dan sang sekretaris sudah runtang-runtung kesana-kemari sambil bawa-bawa map isi laporan keuangan. Dan para panitia urusan lain juga sibuk menguntit mereka sambil berusaha menguping pembicaraan mereka, apalagi kalo udah terdengar,”Rp…. psst… Rp… “.

Tapi sodara-sodara… dalam hati kecil ini juga ada segumpal pertanyaan,”Legalkah perbuatan bagi-bagi uang sisa kegiatan ini? kan kita udah dapat cum, lagian gak ada hitam diatas putih bahwa kerja kita dibayar, kita juga gak kerja-kerja amat malah cenderung bersenang-senang ada kesempatan bebas sebentar dari tugas kantor, anggap aja liburan.” Ee, masih punya hati nurani juga ya. Huah… sampai disini, diskusi berlanjut pada bagian tentang payung hukum. Setelah tanya sana-sini, dengan narasumber yang udah berpengalaman bagi-bagi duit, didapatlah jawaban senada, yaitu LEGAL. Dengan dalih, uang yang diturunkan dari atas segitu udah sesuai proposal, gak mungkin ada pos uang kembalian (emang pasar kali yee). Ups, lega dong (walopun narasumbernya juga udah diseleksi dan di-edit serta agak-agak diintervensi, hehehe…). Serta merta kami jadi berterimakasih pada sang bendahara yang udah ngirit bin pelit.

Jadilah, kami, panitia urusan lain sibuk menodong sang bendahara dengan ringan tiap kali ketemu. Dan tinggallah sang bendahara sibuk menghindari kami sambil berusaha segera menyelesaikan laporan keuangannya. Cepetan Bro…!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s