Lorong Masa

— dari sebuah reuni —

 

(Tiba-tiba terlintas dalam benakku, sebaris kata-kta…

yang menggugah mata batinku, dari dimensi masa lalu)

 

Aku menyusun mosaik hati

yang pernah tertinggal disini

di lorong-lorong masa

dari ruang hidupku yang pernah ada

 

Ada keriangan kita

ada derik-derik obsesi hati

ada cita-cita yang terlupakan

ada bias galau dan air mata

… dan segudang saksi bisu yang melambaiku ragu

 

Ternyata hidup tak selalu berubah

dan hati tak sepenuhnya berpaling

walau hari-hari berjalan seolah tergesa

… atau aku yang tak peduli pada nyanyi ilalang merenda esok…

 

(Tunas imaji berkelebatan lagi, lorong masaku kosong… )

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s