Pintu hati

Entah kenapa, tiba-tiba berkelebat di kepalaku sebuah benda bernama ‘pintu’.  Pintu adalah sesuatu yang menghubungkan dua ruangan, baik dilengkapi daun pintu maupun tidak.  Benda sederhana yang bisa menjadi sangat vital dan sangat dekat dengan keseharian kita.  Secara sadar maupun tidak, minimal dalam satu hari kita dua kali lewat pintu.  Keluar ruangan, masuk ruangan.  Sang kelana pun perlu pulang dan lewat pintu sekali lagi saat masuk rumahnya.  Untuk ruang yang tidak dilengkapi daun pintu, kadangkala kita tidak perlu masuk untuk melihat isinya, mungkin hanya melongok saja, melihat sambil menjulurkan leher ke dalam ruang itu.  Atau mengintip, kalau pintunya tertutup dan menyisakan sedikit celah atau lubang kunci.  Untuk yang satu ini ada etika tertentu yang harus diikuti, karena sebuah ruangan bisa bersifat privacy.

Dalam tulisan ini saya mengibaratkan ruangan dengan hati, yang kemudian kita sebut ‘ruang hati’.  Karena hati adalah ruang, maka perlu pintu sebagai reservoirnya.  Hampir tidak mungkin kita berjumpa ruangan tanpa pintu kan?  kalau ruang tanpa jendela sih masih mungkin.  Pintu pada ruang hati itu sendiri bisa tidak mempunyai daun pintu, ini analoginya untuk orang yang ekstrovert, atau punya daun pintu — dengan tingkat ketebalan dan jenis kayu yang berbeda –.  Untuk intensitas daun pintu tebal dan berat, kita masukkan ke dalam kategori introvert.  Susah banget mengetahui dan mengorek isi hatinya, bahkan mungkin pintunya jaraaang dibuka.  Apalagi kalau pintunya dikunci lalu kuncinya dibuang.  Ada lagi yang kuncinya disimpan, tapi yang menyimpan lupa dimana tempat penyimpanannya.  Tetapi seperti kurva normal, ekstrim kiri dan kanan tersebut tidak banyak dijumpai.  Lebih banyak orang bersifat rata-rata, pintunya kategori sedang dan kadang dibuka atau ditutup sesuai kebutuhan.

Selayaknya ruangan, ruang hati bisa kosong, terisi sebagian, atau penuh.  Ketiga kondisi ini bisa dijumpai dengan keadaan pintu tertutup, terbuka, atau tanpa daun pintu.  Ruang hati yang tidak dilengkapi daun pintu, isinya bisa kosong, terisi sebagian, atau penuh.  Tapi karena tidak ada sensor pintu, maka isinya juga bisa keluar masuk dengan bebas.  Yang ini ibaratnya orang yang tidak punya komitmen.  Sedangkan ruang kosong yang dilengkapi daun pintu, ibaratnya jomblo yang masih punya selective permeable untuk calon pasangannya.  Ada juga yang ruangnya kosong, tapi sengaja dikunci dengan alasan tertentu,”Tidak terima penghuni baru”.  Ruang yang penuh artinya tidak ada tempat lagi untuk orang lain, tapi pintunya masih bisa berfungsi.  Bagaimanapun, tetap harus ada pintu untuk fungsi homeostasis ruang hati.  Mungkin ada konflik-konflik kecil yang menggetarkan daun pintu, lantas bisa jadi pintunya terbuka, isinya keluar, atau diganti isi yang lain.  Semuanya tergantung kondisi daun pintu itu sendiri.  Karatan, keropos, rapuh atau masih bagus, dan dikunci atau tidak.  Yang agak sulit kondisi terakhir, ruang hati yang terisi sebagian.  Walaupun menurut keseimbangan, ruang yang tidak terlalu penuh lebih menunjang aktifitas penghuninya, tapi ruang ini menjadi tidak stabil.  Masih ada potensi orang lain masuk.  Dan seperti yang terisi penuh, bukan tidak mungkin yang sudah di dalam ruang akan keluar.  Lagi-lagi tergantung daun pintunya.  Karatan, keropos, rapuh atau masih bagus, dan dikunci atau tidak.  Untuk pintu itu sendiri, tidak ada ketentuan apakah harus dikunci atau kapan dikunci.  Tapi setidaknya harus dirawat agar tidak cepat keropos, karatan, atau dimakan rayap.  Selain dari kondisi daun pintu itu sendiri, terbuka atau tertutupnya pintu adalah pilihan pemilik pintu bukan?

Maka, jenis ruang dan pintu hati yang manakah yang kamu miliki?

(The picture above was taken by Safrina D. Ratnaningrum at Art Gallery Menara Taming Sari, Melacca, 3/8/2009)

Advertisements

2 thoughts on “Pintu hati

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s