Metamorfosis Diri

Memang sedang iseng kali ya, tiba-tiba pandangan terarah pada kolom blog yang paling kanan.  Deretan bulan dan tanggal postingan.  Tertera disana, postingan paling lawas tahun 1994-1996, kemudian vakum sampai kreatifitas muncul lagi pada tahun 2006-an.  Postingan paling baru tahun 2011 dan mulai bisa konsisten sejak pindahan blog pada September 2011.  Saya sendiri bertanya-tanya, momentum apakah yang mendorong saya menjadi tidak konsisten, atau hal apakah yang menjadikan saya hanya kreatif — alias berkreasi — di tahun-tahun tersebut.  Saya melakukan sedikit kilas balik perjalanan hidup atau lebih tepatnya perjalanan hati, sesuai nama blog ini, karena inspirasi saya lebih terdorong oleh gelora hati daripada karena hal lain.

Diawali dari tahun ’90-an, postingan ini kebanyakan dibuat diawal masa-masa kuliah S1.  Banyak pengalaman baru dan menarik yang saya jumpai, termasuk bertemu orang-orang yang mengisi hati saya dan memperkaya wawasan hidup saya.  Dinamika kehidupan kampus juga mendorong gelora menulis.  Yang tersaji di blog ini hanya sebagian kecil dari perjalanan berkarya yang pernah saya tulis.  Pada masa tersebut saya banyak menulis catatan perjalanan lapangan dan puisi.  Tentu saja tidak semua bisa saya sajikan disini.  Beberapa dalam bentuk cerpen tidak saya dokumentasikan dengan baik sehingga entah dimana rimbanya saat ini.  Walaupun pada masa itu belum ada internet, tapi kemana-mana saya sudah membawa notebook yang siap mencatat setiap moment menarik yang saya jumpai dan saya alami.

Tahun 2006 adalah masa transisi dari masa vakum setelah lulus kuliah — sebagai ‘totally housewife‘ — ke dunia kerja.  Lagi-lagi banyak pengalaman baru yang mendorong saya untuk menulis lagi.  Tulisan di masa ini lebih bersifat feature, pengalaman kerja dan perubahan-perubahan yang terjadi selama masa tersebut.  Beberapa puisi yang saya tuliskan merupakan puisi daur ulang di masa kuliah S1 dulu.

Kemudian blog saya — waktu itu saya punya dua rumah, di blogger dan multiply — vakum lagi menjelang tahun 2007 di saat kesibukan kerja memuncak dan mulai mempersiapkan sekolah lanjut.  Pada masa studi S2, terasa sekali perbedaannya dengan masa S1 dulu.  Kalau bisa digambarkan, S1 adalah masa bersenang-senang dan jalan-jalan.  Di S2, yang notabene jalurnya juga berbeda dengan masa S1 dulu, lebih dipadati dengan kegiatan akademik dan lingkungannya mendukung kondisi stressful.  Saat itu, walaupun sudah ada kolom catatan di facebook sebagai tempat rilis ketegangan dan menulis uneg-uneg, tapi saya belum tergerak untuk menulis catatan hati.  Tulisan-tulisan juga bergenre feature dan pengalaman hidup sehari-hari.

Hingga ada suatu waktu di tahun 2011 hati saya mulai terusik.  Seperti naik roller coaster, naik pelan dan meluncur turun dengan cepat, dipermainkan oleh waktu dan kisah, terayun dan terbuai, kadang terguncang dan lelah, suatu saat pernah menjadi tak terkendali seperti layang-layang lepas.  Atau, kalau dilakukan pemeriksaan hormon secara serial pada saat itu, pasti hormon saya sangat tidak stabil dan fluktuatif.  Sungguh, suatu rangkaian pengalaman hidup yang sangat berkesan telah terjadi — pantang untuk dilewatkan oleh hati saya — dan tertuang dalam tulisan-tulisan sepanjang akhir tahun 2011 ini.  Momentum ini rupanya berhasil men-trigger sisi kreatifitas saya untuk tetap menulis, apapun bentuknya.  Saya belum tahu kapan berakhirnya, atau kapan akan bermetamorfosis menjadi bentuk lain, atau nanti akan vakum lagi.  Badai hati ini, ditambah hal-hal baru yang saya jumpai saat studi lanjut yang sekarang cukup menjadikan saya selalu terinspirasi untuk menulis atau sekedar ‘curhat’.

Secara keseluruhan, saya mencoba mengambil hipotesis — jawaban sementara –, bahwa untuk terinspirasi menulis, saya perlu momentum yang menyentuh hati dan atau pada saat-saat perubahan besar terjadi dalam hidup.

(The picture was taken on Kuala Lumpur Butterfly Park, the part of Kuala Lumpur Lake Garden by Safrina D. Ratnaningrum, 17/3/2009.  This park collects about 120 species of butterfly in stimulated natural rainforest environment)

Advertisements

2 thoughts on “Metamorfosis Diri

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s