Serenada Pagi

Sebuah sajak usang mungkin cukup sebagai pesan, tentang rindu dan cinta: Pada awan dan kupu-kupu Pada hujan dan pelangi Pada pagi bisu yang mengantar bening embun Pada jeram kecil di kelokan sungai berbatu … Coba dengarkan nyanyi damai burung pagi.  Dan tupai berkejaran di ranting trembesi menghalau sunyi.  Tidakkah kau ingin meniadakan sekat hati? Merindu pada alam yang membasuh resah serta lelahmu. Pulang, Denganku kau akan merangkai ilalang, menyesap manis tangkai bunga soka, berlarian mengejar layang-layang di pematang.  Bersama menganyam mimpi menjadi kenangan, atau sekedar duduk mencangkung di pematang.  Menghirup asap dari tungku kayu bakar. Hidup menjadi sederhana.  Seperti rindu dan cinta pada serenada pagi … (Picture is copied from: http://budibill.files.wordpress.com/2010/10/layangan.jpg)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s