Dua Pesta Pernikahan (2)

Dasar gak bakat bikin tulisan bersambung, tulisan bagian kedua ini dibuat apa adanya hanya untuk melunasi ‘hutang’, karena sudah keburu males dan kelamaan, sudah gak mood nulis tentang topik tersebut, hehehe…

Pesta pernikahan kedua yang saya hadiri mempunyai dekorasi cukup mewah di Balai Komando Cijantung yang luas nan ber-AC.  Sajian yang disuguhkan pun beraneka ragam, dari menu pilihan yang lezat nan mengenyangkan.  Tapi yang meninggalkan kesan adalah cara menerima tamu dan hiburan yang diperdengarkan.  Tamu laki-laki dan perempuan dipisah dan sistem ini sudah dicantumkan di dalam undangan pernikahan.  Memang bukan sekali ini saya menghadiri pernikahan yang memisahkan tamu laki-laki dan perempuan, tapi kalau ditambah dengan suara gemericik air dan kicauan burung sebagai pengganti musik, memang ini yang pertama.  Biasanya shohibul hajat yang tidak mencampurbaurkan tamu laki-laki dan perempuan akan melengkapi kegembiraan pesta dengan lantunan nasyid atau musik berlirik islami lainnya.  Tapi yang ini beda, maaf ya, sementara ini Snada, Raihan, dan Izzatul Islam dilarang masuk… ^_^

Sebetulnya ‘no problemo’, asalkan semua berjalan lancar, tidak ada teroris nyasar atau tamu yang demo karena tidak bisa request lagu.  Dan akhirnya, bagaimanapun, selayaknya kita berdo’a untuk kedua mempelai:

بَارَكَ اللهُ لَكَ وَبَارَكَ عَلَيْكَ وَجَمَعَ بَيْنَكُمَا فِيْ خَيْرٍ.

“Semoga Allah memberi berkah kepadamu dan atasmu serta mengumpulkan kamu berdua dalam kebaikan.”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s