Jendela

Memang hanya jendela, tapi dari situ bertahun yang lalu aku biasa memandang langit dan awan, mengamati mendung dan titik air hujan yang berebut turun dari cucuran atap dan kemudian membasahi tanah kering lalu meninggalkan bau ampo tanah basah.  Dari situ juga aku melihat burung cabean di ranting mayang dan tupai yang mengintip dari pelepah daun kelapa.  Kadang pandangku hingga batas cakrawala, menggantung cita-cita serta angan setinggi bintang…

(Picture taken from west side, Setya Komala, jl.Palakali Raya, 22, Kukusan-Depok, 20/11/11)

Advertisements

One thought on “Jendela

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s