Tanaman Juga Jalan-Jalan

Seorang rekan yang akan menguji sidang Tugas Akhir (TA) mahasiswa S1 meradang dan mengomel panjang pendek membaca pernyataan mengezzutkan dalam teks TA mahasiswa berkewarganegaraan Malaysia yang menyebutkan “… Daun Sirih berasal dari Malaysia… “.  Hah?! apa iya?? Apalagi referensi si mahasiswa samasekali tidak meyakinkan, ‘anonymous’ coba!.  Diluar masalah nasionalisme, kita juga perlu argumen pendukung yang ilmiah untuk mematahkan pernyataan tersebut.  Akhirnya kami berdua, saya dan rekan saya, melalui search engine, mengetahui bahwa Daun Sirih awalnya tersebar di kawasan India, Nepal, Bangladesh, Sri Lanka. Hff… setidaknya bukan dari Malaysia, demikian kami mengakhiri pencarian hari itu. Tapi dari situ saya jadi tergelitik untuk mengulik lagi masalah “India” ini. Setelah tulisan “Asal Usil Mangga” yang saya posting beberapa waktu lalu, kenapa yang ini juga dari India? Kemarin nyari asal mangga juga dari negaranya Shah Rukhan.  Bahkan kacang panjang pelengkap sayur asem dan pecel juga berasal dari India.  Bagaimana sih, cara mengetahui asal-usul jenis tanaman tertentu? Kok bisa tahu kalau kedelai berasal dari daratan China, sedangkan pepaya dari Meksiko Selatan hingga Amerika Tengah (tropis)? — waduuh, jauh sekali jalan-jalannya! –.

Penyebaran tanaman biasanya mengikuti pola migrasi manusia seperti pada gambar di sebelah kanan.  Karena pada saat bermigrasi, mereka akan membawa serta sumberdaya alam untuk dikembangkan di tempat baru.  Walaupun nantinya akan terdapat perbedaan karakteristik antara tanaman asli dan tanaman introduksi terutama yang sudah dibudidayakan, baik dari data genetis maupun ekologis.  Selain mengikuti pola migrasi manusia, tanaman juga mempunyai cara penyebaran hingga tempat-tempat yang jauh melintasi lautan dan antarbenua, melalui bantuan air, angin, dan binatang.

Untuk mempelajari daerah asal suatu tanaman diterapkan berbagai lintas bidang ilmu, mulai dari arkeologi, antropologi, ethnologi, genetika, botani, bahkan ilmu linguistik juga dipakai untuk mengidentifikasi asal tanaman dari cara penamaan tanaman tersebut.  Di dunia ini ternyata ada beberapa sentra primer daerah asal tanaman, yaitu:

  1. Daratan China
  2. India, terdiri dari: sentrum utama dan Indo malaya
  3. Asia Tengah
  4. Timur Dekat
  5. Mediterania
  6. Abisinia
  7. Meksiko Selatan dan Amerika Tengah
  8. Amerika Selatan terdiri dari: Peru-Ekuador-Bolivia; Chili; Brasilia-Paraguay

Indonesia, karena posisinya di ujung dari berbagai sentra primer daerah asal tanaman, menerima banyak tanaman introduksi.  Tanaman budidaya yang kita kenal di Indonesia masuk melalui perdagangan dengan pedagang dari negeri Islam (sekaligus mengintroduksi agama Islam) dan melalui penjajahan (misal Portugis dan Spanyol).  Lebih lanjut tentang jenis-jenis tanaman dan daerah asalnya dapat di baca di http://www.scribd.com/doc/29385200/Bab-3-Daerah-Asal-Tanaman.  Sampai disini timbul pertanyaan, masak sih Indonesia yang gemah ripah loh jinawi ini tidak punya tanaman aseli? (baca: a-se-li, hehe…).  Ditunjang kondisi geografis yang bergunung-gunung dan berhutan-hutan, tidak heran kalau tanaman asli Indonesia banyak yang berupa pohon berkayu dan semua vegetasi pelengkap hutan.  Mulai dari vegetasi lantai hutan seperti resam dan jenis pakuan lainnya, epifit (anggrek dan kawan-kawan), dan pohon-pohon raksasa sebagai kanopi hutan.  Termasuk juga hutan bakau dan jenis-jenis vegetasi di dalamnya.  Ada ribuan tanaman asli Indonesia.  Tapi sedikit sekali yang sudah dibudidayakan.  Cengkeh merupakan salahsatu contoh tanaman asli Indonesia yang sudah dibudidayakan.  Sayangnya, selain itu ada banyak jenis pohon berkayu yang keburu diangkut dari hutan sebelum program budidayanya berhasil.  Sehingga percepatan kepunahan dan perkembangbiakan jadi tidak seimbang sehingga banyak tanaman asli Indonesia yang terancam punah.  Bagaimana dengan tanaman buah asli Indonesia? — kalau tidak malas — akan saya sajikan dalam tulisan terpisah.
“Apakah tangan Tuhan bekerja pada beberapa titik tertentu kemudian memerintah manusia melakukan perjalanan di muka bumi dan alam melanjutkan misi Ketuhanan menyebarkan keanekaragaman hayati?  Lalu ratusan bahkan ratusan ribu tahun kemudian ilmu menjadi berkembang hingga mampu melacak ke belakang, dimana dulu pertama kali Tuhan menumbuhkan benih.”
Advertisements

2 thoughts on “Tanaman Juga Jalan-Jalan

  1. Lek mahasiswaku nulis-e daun sirih dari Malaysia. Anonymous pisan…2006 pula. Halaah………..merdeka tahun piro…..kok ngaku2…. Daun sirih kan wis ada sejak zaman baheulaaa….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s