Teman Perjalanan

Pernahkan kita melakukan perjalanan seorang diri tanpa teman? Saya rasa semua pernah mengalaminya.  Bagi masing-masing orang pengalaman berjalan sendiri tentu membawa kesan dan rasa yang berbeda, sebagaimana alasan mengapa pada saat itu kita berjalan sendiri.  Perjalanan pun konteksnya bisa berbeda.  Perjalanan bisa bermakna perpindahan dari satu tempat ke tempat lain atau diartikan sebagai kiasan untuk perjalanan hidup.  Dalam konteks berpindah tempat, saya termasuk orang yang sering melakukan perjalanan seorang diri dan hampir selalu bisa menikmati perjalanan tersebut.  Baik perjalanan melalui darat, udara, laut, dengan menumpang berbagai kelas kendaraan, mulai dari yang super ekonomi sampai super eksekutif.  Walaupun ada orang-orang tertentu yang sangat menghindari perjalanan seorang diri dengan alasan kenyamanan maupun keamanan, bagi saya perjalanan sendiri sangat memperkaya mata batin saya.  Kekayaan itu dapat berupa pengalaman menarik, mulai dari yang menyedihkan hingga menyenangkan, orang-orang yang saja jumpai, dan keindahan dari balik jendela kendaraan yang dapat menjadi inspirasi yang tidak ada habisnya.  Semuanya memberi kesan, memberi pesan, dan mengguratkan kenangan yang kemudian memberi warna pada langkah saya di kemudian hari.  Dalam hal keamanan, saya bersyukur tidak pernah mengalami hal yang membahayakan dan tidak lebih dari bertengkar mulut dengan para calo angkutan.

Tetapi tidak demikian dengan perjalanan hidup.  Kita selalu mengawali dengan berjalan sendiri hingga pada suatu masa kita memerlukan teman.  Entah kenapa menjadi perlu teman, saya tidak akan membahasnya.  Sebetulnya saya tidak ingin terbentur pada istilah takdir bahwa Tuhan menciptakan manusia berpasang-pasangan.  Yang kemudian menjadi alasan laki-laki dan perempuan menjadi teman hidup, teman dalam mengarungi perjalanan hidup.  Saya juga tidak ingin terjebak dalam terminologi pernikahan yang menjadi legalitas bagi konsep teman hidup.  Saya hanya ingin sedikit menggambarkan sosok yang menjadi teman dalam perjalanan hidup.  Walaupun kriteria teman hidup sangat tergantung pada kebutuhan yang mendasari seseorang untuk mendapatkan teman, tetapi esensi teman hidup adalah sesuatu yang saling mengisi dan melengkapi sehingga didapatkan perjalanan hidup yang aman dan nyaman.  Keserasian ini memerlukan proses.  Dan sebagaimana layaknya sebuah proses, tidak semuanya memberikan hasil yang membahagiakan.  Sebuah proses sangat tergantung pada interaksi para pelakon yang ada didalamnya.  Dan seperti halnya karakter manusia yang dinamis, ada tuntutan untuk melakukan perbaikan terus-menerus demi tercapainya keserasian.  Hal ini seperti reaksi kimia yang yang berakhir pada kesetimbangan reaksi.  Ada juga yang kemudian menjadi lelah dan gagal dan notabene kegagalan ini bukanlah tanggungjawab satu pihak saja.  Interaksi yang ini seperti reaksi kimia yang hanya sedikit menghasilkan molekul yang bersenyawa dan lebih banyak menjadi campuran yang terpisah, atau ibarat reaksi kimia yang menghasilkan letupan yang bahkan bisa mencelakakan lingkungan di sekitarnya.  Interaksi para pelakon yang berbeda juga memberikan hasil yang berbeda, seperti oksigen yang akan memberikan hasil reaksi yang berbeda bila direaksikan dengan hidrogen dibandingkan reaksinya dengan nitrogen.  Pun masing-masing reaksi akan melepas besaran energi yang berbeda.  Ada reaksi yang menyerap energi sehingga mendinginkan suhu di sekitarnya dan sebaliknya ada reaksi yang melepaskan energi dan menghasilkan panas.  Mungkin bukan analogi yang ideal, tapi dapat diamati dalam kehidupan sehari-hari.  Sedangkan pada reaksi yang telah mencapai kesetimbangan kimia, apabila keamanan dan kenyamanan sudah didapatkan, maka kehilangan teman hidup akan menjadi sangat menyakitkan, baik sakit secara psikis maupun fisik secara disadari maupun tidak disadari.

Jadi, perjalanan seperti apakah yang sedang dan akan kita jalani tergantung pada kita dan teman perjalanan kita.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s