Katamu

Siang ini mendung merata di atas kota
hingga langit terasa dekat diatas kepala

Teringatku pada dialog kita,
Katamu, kita dekat dengan langit
saat perih menikam dan hati muram
Katamu lagi, sampaikan saja gundah dan resah
hingga habis sampai dasarnya…

Memang, jawabku waktu itu
tapi Tuhan lebih dekat dari nadi
hingga kita tidak pernah sendiri
dan harusnya jiwa kita tenang…

Hanya kadang kita terlalu jauh bermain
seperti kanak-kanak lupa pulang
dan pulang kesorean setelah terdengar lantang panggilan ibu…

Maka, kitalah jarak itu

Mendung (courtesy of BS)
Mendung (courtesy of BS)
Advertisements

2 thoughts on “Katamu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s