Tips Belanja dan Jalan-Jalan di Thailand

Thailand terkenal dengan cenderamatanya yang cantik dan kualitasnya cukup baik. Cenderamata khas Thai identik dengan bentuk gajah dan candi. Bentuk itu bisa dijumpai pada T-shirt, ukiran, patung, gantungan kunci, tas, pakaian dan lainnya. Thai juga bisa dikatakan sebagai surga belanja. Secara umum harga-harga disana tidak jauh berbeda dengan di Indonesia. Untuk sesama tempat wisata, harga barang-barang di Thailand dapat disetarakan dengan Solo atau Yogyakarta. Tapi jangan dibandingkan dengan harga-harga di Bali. Patokan harga di Bali jauh lebih mahal daripada di Thailand.

Berikut saya bagikan bagaimana saya membelanjakan uang untuk oleh-oleh dan camilan selama 4 hari disana. Tidak termasuk akomodasi dan konsumsi ya, karena semuanya ditanggung oleh biro perjalanan. Sebelum berangkat, saya menukarkan uang rupiah saya dengan Baht yang dihargai 345 Rupiah. Agak lebih mahal karena di tempat penukaran uang yang lain 1 Baht dihargai 336 Rupiah. Kalau bisa saat tukar minta Baht dalam bentuk pecahan ratusan dan lima puluhan agar tidak repot menukar uang selama di Thai. Pecahan tertinggi di Thai adalah uang kertas 1000 Baht sedangkan yang terkecil 1 Baht. Ini dia apa saja yang saya beli selama di Thai:

Sriracha Tiger Zoo:
5 pack permen kelapa dan durian @20 Baht 100 Baht

Mike Mall, Pattaya:
Kacamata hitam 99 Baht
Susu kedelai 20 Baht

Family Mart, Pattaya:
Tao Kae Noi bungkus besar 36 Baht
Tao Kae Noi bungkus kecil 19 Baht
Dozo camilan 36 Baht
Sambal maengda khas Thai 20 Baht

Floating Market, Pattaya:
Tao Kae Noi bungkus besar 36 Baht

MBK lantai 5 dan 6:
1 pack dodol durian isi 5 bungkus 100 Baht
3 buah T-Shirt (ukuran L dan M) @99 Baht 297 Baht
3 tas besar @75 Baht 225 Baht
6 tas kecil @50 Baht 300 Baht

Pasar Wat Arun:
2 buah gelang @43 Baht 86 Baht
1 buah bros gajah @45 Baht 45 Baht
1 pack gantungan kunci gajah isi 10 buah 100 Baht
2 buah topi bordir Thai @100 Baht 200 Baht
1 pack durian montong 50 Baht

Total pengeluaran 1.769 Baht

Dengan nilai tukar rata-rata 340 Rupiah, jumlah ini senilai dengan 601.460 Rupiah. Sedangkan barang yang terbeli untuk oleh-oleh sebanyak 38 buah. Ini tidak termasuk barang yang saya beli untuk kepentingan pribadi seperti kacamata, susu kedelai, gelang, bros, dan durian.

Tas besar seharga 75 Baht.
Tas besar seharga 75 Baht.
Tao Kae Noi versi Thailand.
Tao Kae Noi versi Thailand.

Tips Belanja dan Jalan-Jalan di Thailand

Menawar. Harga-harga di MBK, pasar Wat Arun, dan Floating Market kebanyakan masih bisa ditawar, kecuali T-Shirt. Misalnya harga tas besar 100 Baht bisa turun menjadi 75 Baht. Kita bisa menawar hingga 1/3 dari harga yang ditawarkan. Tapi jangan lebih dari itu karena pedagang disana relatif temperamental. Masih mending dicuekin atau diomelin, bukan tidak mungkin mereka akan mengusir kita. Tawar-menawar dilakukan dengan kalkulator. Mungkin karena mereka kurang fasih berbahasa Inggris, atau tidak ingin tetangga “nguping” transaksi mereka.
Membeli borongan. Membeli langsung 3 buah barang akan mendapat potongan harga. Misalnya gelang seharga 50 Baht saya dapatkan 130 Baht untuk 3 buah gelang. Jangan ragu-ragu minta potongan harga, mereka tahu kalau kita hobi minta “diskon”.
Beda tempat beda harga. Beberapa barang mungkin lebih murah di tempat tertentu tetapi lebih mahal untuk barang lainnya. Misalnya T-Shirt di MBK 99 Baht dijual 100 Baht pas di pasar Wat Arun, demikian juga dengan tas. Harga tas di pasar Wat Arun pas 100 Baht tidak bisa ditawar. Tetapi gantungan kunci dan gelang di pasar Wat Arun rata-rata lebih murah. Beberapa informasi menyebutkan pasar Chatuchak yang termurah, tapi menurut teman yang sudah pernah berkunjung ke sana hal itu tergantung keterampilan kita menawar barang.
Memperhatikan transaksi orang lain. Perhatikan toko lain disekitarnya kalau ada toko yang sangat ramai pembeli. Biasanya toko di sekitarnya akan banting harga apabila melihat pesaingnya tampak sangat ramai pembeli. Tas kecil yang saya dapat dengan harga 50 Baht di toko yang sangat ramai bisa didapatkan dengan harga 100 Baht/3 buah di toko seberangnya yang kebetulan sedang sepi.
Untuk “NaRaYa” mania. Untuk penggemar produk “NaRaYa” ada baiknya membelinya di toko bandara. Selain harganya sama saja, koleksinya lebih lengkap karena pembelinya tidak seramai di gerai luar bandara. Ini kalau penerbangannya melalui Don Mueang lo ya, saya tidak tahu bagaimana dengan Svarnabhumi.
OTOP. Di Thailand dikenal produk-produk terbaik dengan label OTOP,”One Tambon One Product”. Tambon adalah istilah untuk subdistrik di Thailand. Masing-masing subdistrik mempunyai produk unggulan yang disponsori oleh pemerintah dan diberi label OTOP. Misalnya durian kering, dodol durian, madu, dan produk kesehatan herbal. Walaupun harganya sedikit lebih mahal, tapi kualitasnya memang top.

Gerai produk-produk OTOP di bandara Don Mueang.
Gerai produk-produk OTOP di bandara Don Mueang.

Berbelanja dengan uang rupiah di Thailand. Kalau kehabisan uang Baht, beberapa gerai menerima pembayaran dengan uang plastik (kartu debet/kredit), tentu saja dengan biaya kurang lebih 150.000 Rupiah tiap kali gesek. Biaya administrasi penarikan lewat ATM dengan kartu bertanda “Visa/Master” mungkin juga sebesar itu. Saya tidak tahu tentang bank tertentu yang jaringannya ada di Thailand seperti CIMB. Ada baiknya kita tanyakan pada saat masih di Indonesia. Sedikit catatan, di pasar Wat Arun kita bisa berbelanja memakai uang rupiah.

Salah satu CIMB, Bangkok.
Salah satu CIMB, Bangkok.

Berhati-hati saat membeli makanan, perhatikan ada tidaknya label halal pada kemasannya.
Termasuk berhati-hati saat ke restaurant. Sebaiknya search dulu tentang restaurant halal di Thailand. Makanan laut (seafood) atau menu vegetarian merupakan pilihan yang cukup bijaksana.
Selalu menyediakan tissue basah kalau kita tidak terbiasa dengan toilet kering. Kebanyakan toilet di sana tidak menyediakan shower.
Bahasa. Sekalipun di tempat wisata terkenal seperti Pattaya, jarang sekali penduduk lokal yang mampu berbahasa Inggris. Jadi, siap-siap saja memakai bahasa tarsan. Khusus di pasar Wat Arun, selain boleh berbelanja menggunakan uang rupiah, penjual di sana juga lihai berbahasa Melayu.
Musholla yang langka. Tidak tersedia musholla di tempat-tempat umum sehingga kita perlu mencari masjid atau selalu menyediakan kain bersih untuk alas kita sholat apabila sedang di tempat umum. Arah kiblat bisa kita dapat dari aplikasi di handphone atau dengan memperhatikan arah bayangan benda. Setidaknya ini pengalaman saya selama 4 hari di sana. Kita boleh menjamak sholat selama menjadi musafir. Kalau mau jalan-jalan dari pagi sampai malam, kita bisa numpang sholat di restaurant muslim sekalian makan siang di sana.

Advertisements

11 thoughts on “Tips Belanja dan Jalan-Jalan di Thailand

    • Halo Danu, sebaiknya bawa uang pecahan ratusan dan puluhan baht. Untuk makanan selama disana, kalau ikut tour biasanya akan diarahkan ke restoran halal. Kalau ingin wisata kuliner sendiri kita bisa tanya2 ke penjualnya. Termasuk berhati-hati saat akan membeli oleh-oleh makanan. Disana label halal sudah diterapkan kok. Selamat berlibur 🙂

  1. […] Sedikit berbeda dengan bandara internasional Sukarno-Hatta, di sini tidak disediakan ruang tunggu selama boarding. Boarding ya artinya langsung duduk di dalam pesawat. Kami boarding pukul 19.15 dan take off tepat pukul 19.30. Di atas pesawat, rupanya banyak penumpang yang kelaparan, sehingga rencana saya membeli nasi lemak untuk “dinner on the sky” tidak kesampaian. Setelah 4 jam penerbangan, kami mendarat di bandara internasional Juanda, Surabaya. Setelah makan nasi rawon di warung “Sop Buntut Surabaya” di Juanda, kami memulai perjalanan pulang ke Malang dan tiba di Malang pada pukul 3 dini hari. Maka berakhirlah liburan 4 hari di Thai yang eksotis. Tentang tips jalan-jalan dan belanja bisa disimak tulisan berikutnya. […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s