Jakarta-Malang: Catatan Menuju Sabar #1

Beberapa hari yang lalu saya datang ke Jakarta untuk sebuah acara diskusi kasus. Seperti biasa, tiket CKG-SUB sudah saya pesan jauh-jauh hari sebelumnya. Untuk perjalanan pulang, saya memilih penerbangan pukul 19.10, jaga-jaga seandainya acara molor dan lalu lintas Jakarta yang unpredictable. Apalagi banjir Jakarta masih belum surut total.

Ternyata diskusi hari itu berakhir lebih cepat dari jadwal. Pukul 11.30 acara sudah selesai. Karena tidak punya agenda lain, dengan diantar teman saya memilih menunggu pemberangkatan pesawab di bandara Soekarno-Hatta. Lalu lintas juga super lancar. Pukul 13.00 saya sudah ngeprint boarding pass melalui check-in machine Terminal 3 Keberangkatan lalu duduk-duduk di gerai bakmi GM ditemani seporsi bakmi special dengan pangsit basah. Artinya 6 jam ke depan saya akan berada di bandara ini sambil ‘entah-ngapain’. Mungkin begini rasanya penumpang pesawat kalau harus transit berjam-jam di sebuah bandar udara. Ok then, saya bertekad melewatkan waktu dengan hal-hal yang bermanfaat agar tidak mati kebosanan. Sekedar informasi, menunggu pemberangkatan kendaraan adalah hal yang tidak saya sukai. Hal ini betul-betul menjadi tantangan untuk kesabaran saya.

Setelah makan dan sholat jamak untuk Dhuhur dan Ashar, tujuan utama adalah membayar hutang tidur. Semalam mata hanya sempat terpejam selama 3 jam. Untunglah di lobi utama lantai 2 tersedia kursi-kursi empuk yang mengelilingi 4 sisi display televisi.

Salah satu sisi display TV
Salah satu sisi display TV

Segera saja pantat mendarat di salah satu kursi kosong yang letaknya di sudut. Lima, 10, 15 menit, setengah jam, sejam, belum bisa tidur juga. Ternyata tidur di tempat umum itu sulit. Bukan karena cemas bawaan hilang, tapi karena akan banyak mata yang mengambil kesempatan memandangi saya puas-puas. Ya, alasan ini memang mengandung unsur ge-er. Hehe… Akhirnya saya putuskan untuk tilawah. Hal yang kurang bisa dilakukan di rumah dengan tenang. Tidak lama kemudian kantuk mendera. Ini tilawah kok kayak obat tidur sih? Otak mesti diformat ulang nih. Walaupun tidur hanya 10 menitan, tapi lumayan bikin fresh mata dan badan. Terbangun dan bosan… Uh, ngapain ya? Chatting sampai jempol keriting juga sudah. Sampai teman chattingnya bosan kali. Waktu terus merangkak. Untung saja sudah pandai merangkak, jadi terasa lebih cepat. Mungkin sebentar lagi si waktu belajar jalan dan lari. Bosan lagi. Jalan-jalan di sekitar lobby. Merekam gambar yang menurut saya menarik melalui ponsel. Sayangnya tidak ada teman yang bisa dimintai tolong ngambil gambar narsis. Duduk lagi sampai pantat panas dan meleleh. Lelehannya menyatu dengan plastik pelapis kursi. Kalau begini mudah-mudahan jadi lebih betah duduk.

Waiting...
Waiting…

Akhirnya pukul 17.00 tiba. Empat jam yang menyiksa telah terlewati. Lebih baik nunggu maghrib sekalian di lobi utama sebelum boarding pukul 18.30. Informasinya, adwan maghrib pukul 18.20. Sholat maghrib terpaksa tidak jadi dijamak karena pengantri yang panjang mengular. Setelah boarding, pukul 18.45 saya sudah antri memasuki badan pesawat dan take off tepat pukul 19.20. Ternyata waktu berlari di dua jam terakhir. Perjalanan masih panjang. Masih ada perjalanan Surabaya-Malang yang menanti.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s