Recycle Bin

Sore tadi saya chatting dengan seorang teman. Topiknya ngalor ngidul seperti biasanya. Bisa dibilang, tidak beda jauh dengan obrolan antar pagar. Tau kan? Itu lho, kadang-kadang kita jumpai dua atau lebih ibu-ibu atau bapak-bapak yang saling bertetangga asyik ngobrol di depan rumah. Tapi, anehnya jarang kita jumpai pelaku ngobrol yang beda gender. Mungkin bisa mengganggu topik pembicaraan ya? karena ibu-ibu biasanya ngomongin bapak-bapak dan bapak-bapak ngomongin ibu-ibu. Eh, apa iya? Karena saya belum pernah gabung di obrolan bapak-bapak, hehe.

Nah, dari obrolan dengan teman saya itu, ujug-ujug muncul terminologi “recycle bin” diantara chit-chat kami. Hal ini membuat saya ingin mengintip apa saja isi recycle bin komputer saya. Ahay, ada dokumen akreditasi jadul, naskah-naskah lama sebelum revisi akhir, sampai dengan lagu-lagu yang sudah tidak trend lagi. Saya tidak tahu apakah nantinya akan di delete permanently oleh sistem computer atau tidak. Tapi file-file ini masih bisa di-recovery apabila suatu saat kita ‘menyesal’ sudah membuangnya. Hanya saja pada saat membuangnya saya merasa file-file itu tidak berguna, menuhin memori komputer, dan memperlambat kinerja komputer saya.

Saya berpikir bahwa hidup juga seperti itu. Kadang ada sisi kehidupan yang ingin kita buang tapi belum ingin kita hapuskan selamanya. Dan masih punya kesempatan untuk dipulihkan lagi apabila situasi sudah kondusif. Sesuatu yang tidak lagi menjadi prioritas. Seperti, perabotan yang kita simpan di lemari di sudut paling gelap karena kita sudah punya yang baru. Masih sayang untuk dibuang, tapi lama-lama akan terlupakan. Gaun lama di tumpukan terbawah. Mungkin masih terpikir oleh kita untuk memberikannya pada seseorang, tapi saat kita temukan warnanya sudah kusam dan ada bagian yang koyak dimakan ngengat, akhirnya kita buang juga. Sesuatu yang belum ingin kita delete permanently tapi mengurangi efektifitas kerja kita. Dan kita biarkan waktu yang akan menjawabnya karena sesungguhnya sesuatu itu hidup pada masanya. Seandainya pun di recovery, tentu sesuatu itu adalah hal yang sangat istimewa.

Jadi, apa saja isi recycle bin hidupmu? Eh, komputermu… 😉

Hihihi... :D
Hihihi… 😀
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s