Kenapa Harus Move On?

Sure! Ketawa-ketawa gak jelas membaca isi blogku belakangan ini. Setengah tidak percaya kalau ini blogku. Jangan-jangan nyasar ke blog ABG galau??! Uh!!! Tapi, celakanya, ini memang blogku *sigh..

Bukannya sibuk organize blok Life Cycle di awal semester ini, eh, malah terlibat urusan ‘Love Cycle’. Berawal dari tulisan tentang Siklus Air, lalu naik dan kena efek dumping di Selesai, sekarang – seharusnya — memasuki fase move on. Kenapa seharusnya? Karena ‘tidak harus’, kan terserah yang menjalani. Persis seperti yang tercantum di gambar berikut:

Love Cycle
Love Cycle

Tidak harus move on kan? Ada titik balik yang bikin hubunganmu kandas alias terjun bebas atau bisa jadi bouncing. Maksudnya ni kamu akan berdamai dengan hatimu. Kamu mungkin jatuh cinta lagi atau berbaikan dengan si dia (see pic.). Intinya, gak sampai jatuh nyungsep sampai meratap-ratap. Tentang bagaimana bisa memiliki daya tahan hati yang baik sepertinya tergantung ‘jam terbang’.

Selain daripada itu, move on itu perlu alasan. Setidaknya menurut Mitch Albom dalam ‘Five People You Meet in Heaven‘ ada 3 syarat untuk bisa menjalaninya, yaitu kamu harus tahu:
1. Mengapa kamu merasakan itu
2. Apa yang sudah kamu lakukan
3. Kenapa kamu sudah tidak membutuhkan perasaan ini lagi.

Nah, ketiga point tersebut harus teridentifikasi dengan jelas untuk menentukan sisi kontralateralnya. Apabila ada yang tidak terpenuhi atau tidak dipahami, why should you move on?
Belum lagi efek sampingnya yang bisa bikin mata iritasi, pilek, sampai-sampai bisa delirium bahkan depresi. Gawat kan! Efek samping lain hampir selalu menyedihkan dan mengharu biru seperti yang dituliskan teman saya disini.  Kalau kamu iseng mencari tips move on, dijamin hampir semua isinya tidak ada yang bikin bahagia. Jadi, sebaiknya hal-hal tersebut diatas harus jelas dulu.

Anyhow, tidak usah dibaca sampai kening berkerut begitu, ini sekedar jawaban — yang belum berhasil menjawab — pertanyaan seorang dokuga. So, sekarang saatnya kembali ke modul Life Cycle 🙂

Advertisements

4 thoughts on “Kenapa Harus Move On?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s