Tentang Rama dan Sinta #1

Pernah mendengar atau bahkan membaca tentang kisah Ramayana? Legenda dari negeri India dengan latar belakang kebudayaan Hindu ini lebih saya kenal dari beberapa tokoh utamanya, yaitu Rama, Sinta, Rahwana, dan Hanoman. Ceritanya, yang saya tahu, Sinta diculik Rahwana dan diselamatkan oleh Hanoman. Terus Rama? Ya Hanoman pergi menyelamatkan Sinta atas perintah Rama, suami Sinta. Begitulah. Singkat, padat, jelas, tidak bermakna. Hahaha… Terus terang saya lebih senang dengan cerita Perang Mahabharata tentang Pandawa Lima melawan Kurawa yang memperebutkan tanah Astina. Sampai-sampai saya pernah memakai nama Arimbi, ibunya Bima, sebagai nama udara jaman ‘break-breakan’ di pertengahan tahun ‘80an.

Koleksi wayang milik kenalan saya.  Seingat saya yang putih Hanoman, hitam Rahwana, merah Sinta, biru Rama. (Courtesy of BS)
Koleksi wayang milik kenalan saya. Seingat saya yang putih Hanoman, hitam Rahwana, merah Sinta, biru Rama. (Courtesy of BS)

Rupanya ada seorang kenalan saya yang terkesan dengan kisah Ramayana. Uniknya, kenalan saya ini mempersonifikasikan isi kotak pensilnya dengan para tokoh dalam kisah Ramayana. Menurutnya, kisah Mahabharata terlalu hitam-putih (mungkin perlu diusulkan untuk tayang di acaranya Deddy Corbuzier ya). Sedangkan kisah Ramayana lebih realistis, karena di dunia nyata tidak ada orang yang benar-benar betul atau salah. Selalu ada sisi abu-abu pada diri seseorang. Saya, yang tidak tahu banyak tentang kisah Ramayana, manggut-manggut saja. Sok setuju.

Dan inilah abu-abunya…
Dalam kisah Ramayana, Rama yang setahu saya suami baik-baik yang memperjuangkan penyelamatan istrinya dari cengkeraman raksasa Rahwana ternyata kemudian meragukan kesucian istrinya. Setelah selamat, Rama meminta Sinta menjalani screening, memasuki kobaran api untuk membuktikan kesucian dirinya. Sinta pun diterima kembali oleh Rama karena api tidak mau memakan dirinya. Ini bukti pertama kalau Rama bukan suami yang baik. Agak tidak jelas juga maunya Rama ini apa karena setelah itu dia membuang Sinta yang sedang hamil di hutan sendirian. Rama masih juga meragukan Sinta. Belum lagi setelah anak kembar Sinta lahir. Anak-anak ini kemudian menantang Rama yang menelantarkan Sinta. Dan Rama melayani tantangan mereka. Sinta yang tidak kuasa melihat perang Bapak-Anak akhirnya memilih ditelan bumi. Selesai.

Hmm… Kalau saya jadi Sinta, pasti langsung ‘ilfil’ ke Rama di ujian pertama sewaktu diminta memasuki kobaran api. Bukannya tidak ingin membuktikan kesucian saya, tapi suami seperti apa yang tega istrinya terbakar. Dia lebih percaya pada api daripada istri. Iya kalau apinya jujur, kalau apinya niat mengadu domba, huft… bisa hangus betulan. Apalagi saat dibuang di hutan dalam keadaan hamil. Haduuuh, dijamin minta pisah saja kalau caranya seperti itu. Tapi terlepas dari bicara soal cinta lho ya, karena logikanya itu sama saja dengan niat membunuh saya dan anak yang saya kandung secara perlahan. Atau membunuh dengan cara cepat kalau di hutan langsung ketemu macan lapar. Dan entah apa yang dipikirkan Sinta saat menuruti semua kemauan Rama. Mungkin budaya yang yang mengharuskan istri selalu nurut apa maunya suami – walaupun dengan membahayakan dirinya sendiri – atau karena ketergantungan ekonomi? Hehe… Karena kalau bicara tentang cinta, semuanya akan menjadi out of logic. Apapun akan dilakukan untuk membuktikan cinta. Walaupun kita tidak tahu pasti, apakah Sinta benar-benar ‘tak tersentuh’ saat diculik Rahwana. Kondisinya sebagai korban penculikan tentu saja selalu dalam tekanan. Ketidakmampuan api membakar dirinya bisa jadi karena apinya yang ‘tidak tega’. Tapi keputusannya untuk tetap bersama Rama perlu diapresiasi. Sinta belum tentu putih, bisa jadi dia juga abu-abu. Hanya saja, pada masa dibuatnya cerita ini belum dikenal paternity testing.

Advertisements

One thought on “Tentang Rama dan Sinta #1

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s