Tentang Rama dan Sinta #2

Tulisan ini sekuel dari tulisan sebelumnya, Tentang Rama dan Sinta #1. Masih berseliweran di benak saya tentang ketidakpercayaan Rama kepada Sinta hingga Rama mengambil langkah ekstrim menguji Sinta melalui kobaran api. Rama benar dalam hal menguji dugaan/hipotesis. Bisa dibayangkan, betapa tidak tenangnya seandainya mereka hidup dalam ketidakpercayaan. Rama akan dihantui rasa curiga, sedangkan Sinta akan merasa dicurigai terus. Tidak enak kan. Maka dari itu sampai muncul istilah sumpah pocong, sumpah mati, sumpah demi arwah si anu, itu semua demi menghapus hal-hal yang merusak kepercayaan.

Pernikahan adalah 'Ya' atau 'Tidak'.
Pernikahan adalah a’Ya’ atau ‘Tidak’.

Dalam rumah tangga, kepercayaan adalah modal utama. Rumah tangga adalah kita hidup 24 jam sehari, 7 hari seminggu, 30 hari sebulan dan seterusnya dengan orang yang mungkin belum lama kita kenal atau lama kita kenal dalam proses pacaran. Proses pacaran ini sendiri bullshit banget sebetulnya. Tidak ada korelasi positif antara lamanya pacaran dengan tingginya tingkat kepercayaan dan langgengnya suatu rumah tangga. Titip uang di bank saja harus percaya, kalau tidak percaya ya pindah bank saja. Apalagi titip masa depan diri dan keturunan kita. Jadi, kepercayaan adalah sesuatu yang mutlak. Tidak boleh ada pengganggu apapun di dalamnya.

Bagaimana seandainya kepercayaan ternoda? (Haduuuh… bahasanya sinetron banget :p).

Menurut hemat saya, kepercayaan yang ternoda disebut “tidak percaya”. Tidak ada istilah,”Aku percaya padamu tapi…. “, tidak ada kata tapi dan prasyarat dalam kepercayaan. Percaya itu bulat. Cuil sedikit namanya sudah tidak percaya. Kalau ragu-ragu, hapus keraguan dengan cara yang bijak. Seperti halnya tidak ada istilah “terlalu percaya”. Yang ada hanya “percaya” dan “tidak percaya”. Seperti baru-baru saja saya memberi saran kepada seseorang yang masih diganggu rasa curiga kepada suaminya yang pernah akepergok SMS-an mesra dengan perempuan lain. Saya katakan kepadanya:

1. Buktikan kecurigaanmu atau kalau tidak terbukti ya sudah percaya saja. Semudah itu? Ya, harus semudah itu. Kalau memang niat, investigasilah secara serius, kalau perlu menyewa agen penyelidik (a.k.a. detektif). Tapi bersiaplah menerima hasilnya. Selama kita tidak dapat membuktikan apapun, biarlah hati kita percaya. Selebihnya adalah bisikan setan agar hati kita tidak tenang. Seandainya kecurigaan kita terbukti, buat kesepakatan. Kalau ini merupakan indikasi perpisahan bicarakan baik-baik. Yakinlah tidak ada gunanya hidup dalam kecurigaan. Tetapi kalau keduanya masih ingin bertahan, buat kesepakatan baru. Kepercayaan baru. Rumah tangga bukan hanya soal perasaan, tapi lebih pada realita, logika, dan tanggung jawab.
2. Jangan menuduh dengan kata-kata yang ambigu. Contoh kata ambigu ini seperti “berbuat aneh-aneh”, “berbuat macam-macam”, dan lainnya. Bahkan kata “selingkuh” pun termasuk ambigu. Definisikan dengan jelas, apa itu aneh-aneh, macam-macam, maupun selingkuh. Kalau tidak suka pasangan kita boncengan dengan lawan jenis sebutkan dengan jelas ketidaksukaan kita dan batas-batas hubungan antar jenis yang tidak dapat kita toleransi.
3. Banyak-banyak baca ta’awudz, ini kaitannya dengan bisikan setan tadi.

Demikianlah, hubungan dalam pernikahan mutlak didasari kepercayaan serta kesepakatan yang jelas dan logis agar dapat dipahami oleh pasangan kita.

Advertisements

3 thoughts on “Tentang Rama dan Sinta #2

    • Iya Fit,nanti aku sampaikan ke klien-klienku. ‘Anda cemas, galau, khawatir, perlu bantuan data dan bukti yg valid? Hubungi detektif Fitrot. Dijamin manjur dan bertenaga kembali.’

      eh, ini temennya Poirot ato mak Erot siy???

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s