Perjalanan Mencari Cinta

Terinspirasi sebuah tulisan di blog Romeogadungan, saya dan teman saya sepakat membuat ulasan singkat tentang perjalanan mencari cinta berdasarkan sudut pandang masing-masing. Ceritanya tentang Tinman, tokoh di Wizard of Oz, yang bolak-balik jatuh cinta dan berakhir perih hingga hatinya menjelma menjadi kaleng. Tinman ini lalu berusaha mencari penyihir untuk meminta sebuah hati agar bisa kembali percaya bahwa cinta itu ada. In short, dia kehilangan kepercayaan tentang cinta. Jadi cowok cold… bukan cool. Dingin kayak kaleng, tapi bukan banci kaleng lho yaa… Yuuuk *dadahdadahmanja.

Pertanyaannya adalah, sesulit itukah meraih cinta?

The path of love...
The path of love…

Saya tidak tahu terminologi yang lebih tepat dari kata ‘mencari’ seperti yang dipakai dalam tulisan tersebut. Tapi saya pribadi lebih senang memakai kata ‘menemukan’. ‘Mencari’ itu kesannya niat dan perlu usaha, sedangkan menemukan itu bisa ‘tidak sengaja’. Ini karena saya dasarnya males. Untuk hal yang katanya indah saja, biarlah datang sendiri, tanpa usaha. Masalahnya, sesuatu yang tidak sengaja terjadinya accidentally, di luar ekspektasi dan di luar rencana. Syukur-syukur kalau sejalan dengan rencana utama, tapi kalau tidak sejalan? Wah, bisa jadi bad accident yang bisa menyeret ke dalam arus hubungan yang rumit. Dalam hal ini cinta menjadi mudah, karena tanpa usaha, tapi handle-nya susah karena tanpa rencana. Sedangkan bagi yang pakai usaha, tantangannya adalah kegagalan. Bolak-balik gagal bisa jadi Tinman. Mati rasa dan apatis sampai nyari dukun (analog dengan penyihir versi Tinman) untuk transplantasi hati.

Entah mana yang lebih baik dalam urusan jatuh cinta, menjatuhkan diri dengan terencana versus tidak sengaja jatuh. Mereka yang motto hidupnya ‘let it flows’ mungkin lebih excited kalau tidak sengaja jatuh dengan risiko salah lubang. Sedangkan yang hidupnya penuh rencana, akan lebih suka menjatuhkan diri di tempat yang aman dan empuk, walaupun mendapatkan tempat ideal menjatuhkan diri dengan damai itu sulit. Jadi jangan heran kalau jalannya bakal lamaaa sampai hatinya jadi kaleng.

Akhirnya, sulit mudahnya meraih cinta sangat tergantung pada orientasi masing-masing individu. Kamu mau yang usaha dan impact-nya seperti apa?

Advertisements

3 thoughts on “Perjalanan Mencari Cinta

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s