Saya dan Karir #1

Sudah lama saya ingin menuliskan tentang perjalanan karir saya. Menurut kamus Bahasa Indonesia, karir adalah perkembangan dan kemajuan dalam kehidupan, pekerjaan, jabatan dan sebagainya. Nah, karena ada kata ‘dan sebagainya’, segala sesuatu yang menghasilkan uang saya masukkan dalam kategori karir. Selain menceritakan sedikit tentang karir tersebut, saya juga akan menyebutkan orang-orang yang paling berperan dalam karir saya itu.

Yuk kita mulai,

Karir pertama saya sebagai penjaga Ujian Masuk Perguruan Tinggi Negeri saat saya masih mahasiswa semester 3. Bisa katakan karir karena sampai sekarang pun, saat sudah jadi dosen, kadang masih ditawari jaga ujian semacam itu walau hampir tiap tahun namanya berganti. Saat itu saya jaga di sebuah SMA di daerah Cikini. Honor jaga 2 hari yang 40 ribu langsung berwujud sepatu kets idaman. Kesempatan jaga ujian saya dapat karena ikut-ikutan senat mahasiswa di kampus. Konon, banyak hak-hak istimewa yang bisa didapatkan seorang anggota senat. Yah, mungkin semacam hak-hak istimewa anggota DPR ya? Hehehe… Untuk ini saya harus bilang thanks to Nova yang ngajakin saya jadi anggota senat.

Karir kedua menjadi guru les. Guru les adalah profesi sampingan kebanyakan mahasiswa dengan uang pas-pasan seperti saya. Saat duduk di semester 4, saya menjadi guru les mata pelajaran eksakta seorang siswa SMP di daerah Kemang. Awalnya mengajar lewat agen, tapi karena honor yang 15 ribu per kehadiran harus dipotong 3 ribu untuk jasa agen, akhirnya saya beranikan diri untuk bekerja independen bersama seorang teman. Pekerjaan ini berjalan hanya dua semester gara-gara nilai ujian jeblok tidak sempat belajar karena sering pulang kemalaman sehabis ngelesi. Anyhow, thanks buat Pia yang sudah ngajakin jadi guru les.

MSSeperti karir pertama, karir ketiga juga saya dapatkan gara-gara menjadi bagian dari organisasi kampus, yaitu Koperasi Mahasiswa. Saat itu Kopma kami ditawari oleh PT. McDonalds Indonesia untuk terlibat dalam proses quality control. Mereka akan merekrut kami sebagai mystery shopper. Ini pekerjaan paling asyik di dunia. Dibayari makan dan dapat honor. Kami hanya perlu mencatat secara diam-diam point-point yang sudah ditentukan oleh bagian Research and Development. Kapan-kapan saya akan tuliskan tentang profesi ini. Honornya waktu itu — tahun ‘95-an — sebesar 15 ribu rupiah tiap kunjungan. Amat sangat lumayan untuk anak kos yang kosnya sebulan 17.500 rupiah. Waktu itu harga nasi uduk sebelah kosan masih seribu lima ratus sebungkus dan makan mewah berupa ayam panggang lengkap dengan nasi dan es jeruk di warung mbak Jum jalan Kukusan masih seharga 5 ribu rupiah. Tiap bulan, seorang mystery shopper bisa dapat jatah mengunjungi hingga 3 store McD di wilayah Jabodetabek. Lumayan kaan . Karir ini berlanjut hingga saya berumah tangga dan punya satu anak. Untuk ini thanks to kak Medis yang sudah ngajakin jadi anggota Kopma.

Perjalanan karir selanjutnya bisa disimak di tulisan ke 2 😉

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s