Kakiku Lecet

Seperti kemarin, kulangkahkan kaki di sepanjang trotoar menuju gedung pascasarjana FK UGM. Masih tersisa muntahan debu Kelud disana-sini. Melarut dalam hujan lalu mengendap di tempat-tempat yang lebih rendah. Pohonan suram karena sebagian daunnya masih berselimut kuarsa. Tiba-tiba jari kakiku terasa sakit saat bergesekan dengan alas kaki. Aku berjalan terseret-seret menahan perih. Ternyata lecet gara-gara pasiran yang berhasil menerobos sepatuku. Hanya saja perihnya tak sedalam saat itu, saat rasaku belum mati seperti sekarang.

Melangkah walau perih :)
Melangkah walau perih 🙂
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s