Tentang Kucing

Saya penyuka kucing. Sepertinya sifat ini saya dapat dari keluarga Ibu. Selain memelihara kucing, dulu orangtua Ibu juga memelihara anjing penjaga rumah. Walaupun Ibu suka kucing tetapi Bapak saya tidak. Sehingga, untuk amannya, kami tidak ngingu kucing hingga suatu saat kemudian…

Kucing peliharaan saya yang pertama namanya Manis. Ibu yang memberi nama. Nama standar untuk seekor anak kucing betina. Dia saya temukan sedang tersesat dan mengeong kelaparan di kolong meja kayu saat saya kelas 3 SD. Entah dari mana dia datang. Saya beri dia serpihan donat lalu saya putuskan untuk membawanya pulang. Manis ini kemudian beranak pinak. Tetapi hanya Koko, anaknya yang setia pada kami, yang akhirnya dibawa ke Pasuruan saat kami pindah ke kota itu.

Kucing-kucing berikutnya juga dapat nemu atau datang sendiri. Yang terakhir adalah Mia. Kucing cantik semi ras yang kesasar di pinggir jalan. Dia ini cikal bakal kucing-kucing berikutnya yang saya pelihara setelah berumahtangga. Seperti halnya Bapak, Suami juga bukan penyuka kucing.

Si Putih
Si Putih

Sekarang tinggal Putih, keturunan ketiga Mia yang tinggal di rumah. Induknya sudah pergi meninggalkan rumah. Biasanya, kalau si anak sudah waktunya disapih, si induk enggan tinggal dengan anaknya. Entah sampai kapan Putih tinggal dengan kami.

Menurut pengalaman saya, biasanya seekor kucing itu tahu kepada siapa dia harus datang. Dan dia datang pada orang yang tepat, yang mau merawat dan menyayanginya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s