Pernak-pernik Memelihara Kucing Persia Untuk Pemula

Setelah beberapa lama menimbang, memilih, dan menyeleksi seperti yang sudah dijelaskan teman saya disini, akhirnya hadirlah anggota baru di keluarga saya. Si bungsu ini berkaki empat. Kucing jantan jenis Persia warna putih dengan variasi coklat di ujung-ujung alat geraknya, ujung telinga, kaki dan ekornya. Secara genetis warna jenis ini termasuk resesif dan disebut Burmese/Birman point, seal brown. Sedangkan, menurut corak bulu atau tipping warnanya termasuk Chinchilla, yaitu warna gelap kurang dominan dari warna terang. Saya adopsi dia dari Nemo petshop milik Prof.Drh.Aulani’am, dosen Unibraw yang saya kenal.  Seperti halnya adopsi anak, saat mengadopsi kucing kita juga harus tahu asal-usulnya.  Kebetulan kedua induknya milik profesor semua.  Gen bagus ya 😀 (apa hubungannya?)

Anyhow, si bungsu ini diberi nama Bebi, lengkapnya Bebi Subebi (terdengar ke-Sunda-Sunda-an ya? Ah, biarin). Kenapa? Karena pas diadopsi awal April lalu dia masih bayi, umur 2 bulan, lahir 12/2/2014. Gak percaya? Ada akte lahirnya loh. Kucing umur 2 bulan kurang lebih setara dengan anak manusia 5 tahunan yang sedang lucu-lucunya, agresif, aktif, senang bermain, serba ingin tahu, rajin menabung, dan tidak sombong, eh…

Trus, kalau bayi lahir punya KMS, Kartu Menuju Sehat, Bebi juga punya buku Keterangan Vaksinasi Internasional (International Certificate of Vaccination).  Di dalamnya ada keterangan jenis-jenis vaksinasi yang sudah didapatkan termasuk booster dan riwayat kesehatannya.

Buku catatan kesehatannya Bebi dan keterangan vaksin di dalamnya.
Buku catatan kesehatannya Bebi dan keterangan vaksin di dalamnya.

Kali ini saya ingin berbagi sedikit kerepotan menyambut anggota keluarga baru ini. Apa itu? Yah, seperti layaknya punya bayi, tentu saja kerepotan belanja kebutuhan dia.

Berikut starter kit menyambut si Bebi:

1. Makanan kucing. Ini jelas harus tersedia, karena tidak mungkin kita beri dia nasi pecel atau rawon, walaupun rawon paling enak sekalipun. Di petshop tersedia berbagai varian makanan kucing berdasarkan bentuknya (wet food/dry food), umur kucing, dan rasa. Halah, sama saja dengan manusia ya. Dan seperti biasa, saya tinggal menyebutkan umur dan menanyakan varian makanan yang harganya paling murah, hehe… Masalahnya makanan untuk anak kucing memang lebih mahal walaupun Bebi tidak menolak makan makanan kucing dewasa.  Tapi diberi ikan asin juga gak tega, kuatir rambutnya pada rontok :S

2. Litter box. Kotak kotoran buat pup dan pip itu loh. Tapi ada juga kucing yang terlatih untuk buang hajat di kamar mandi. Hanya saja ini tidak berlaku buat Bebi. Bukan kenapa-kenapa, saya tidak mau rebutan kamar mandi dengan dia.

3. Pasir kucing. Pasir kucing ini juga bervariasi berdasarkan jenis dan berat kemasan. Paling murah pasir dari batu zeolit yang harus rajin dicuci dan dijemur. Karena saya termasuk pemalas, untuk ini saya pilihkan pasir jenis bentonite wangi lemon yang bentuknya butiran dan bisa menggumpalkan urin dan pup si meow. Tinggal serok bagian yang menggumpal tadi dan buang di WC maka pasirnya pun akan larut. Harga mahal tidak masalah. Si Mas penjualnya juga menyarankan pasir jenis ini kalau kucingnya masih balita, karena pasir ini steril sehingga si meow yang masih rentan penyakit tidak mudah kena parasit.

Ini dia pasir steril, wangi, dan praktis (langsung buang).
Ini dia pasir steril, wangi, dan praktis (langsung buang).

4. Serok pasir. Sudah jelas ya fungsinya buat apa.

5. Keranjang bepergian/traveling bag. Keranjang ini berfungsi untuk membawa dia selama dalam perjalanan naik kendaraan. Saya pilihkan keranjang yang multifungsi merek ‘Rio’, yang bisa buat keranjang belanja juga. Jadi, kucingnya bisa diajak belanja ke pasar, desak-desakan sama tahu tempe dan sayuran, hehe…

Contoh keranjang buat si meong, bisa buat puppy juga :)
Contoh keranjang buat si meong, bisa buat puppy juga 🙂

6. Wadah makan minum. Sebetulnya bisa saja kita pakai wadah apapun yang ada di rumah. Tapi agar dia tetap merasa sebagai kucing, saya belikan mangkok dobel khusus binatang peliharaan yang sebelahan untuk makanan dan air.

7. Shampo kucing. Perlu disediakan, karena tidak sreg aja kalau dia mandi pakai lifebuoy atau lux. Lagipula di shampo kucing itu udah mengandung protein, conditioner, dan yang penting adalah zat anti kutu. Tapi, walaupun di labelnya ada tulisan menghilangkan rasa gatal dan melembabkan kulit, Bebi tetap saja hobi jilat-jilat badan. Entah kenapa, mungkin naluri ya? Seperti kita kalau garuk-garuk walaupun tidak gatal.  Kapan-kapan saya coba mandikan dia dengan pantene antiketombe, siapa tau dia gatal karena ketombean.

Bebi dan shamponya, gayanya mantep ya? cuma kurang senyum ajah :D
Bebi dan shamponya, gayanya mantep ya? cuma kurang senyum ajah 😀

8. Kandang. Sebetulnya saya tidak tega mengandangkan Bebi. Biarlah dia tidak terpisah dari kami. Tapi masalahnya, Bebi selalu ingin keluar begitu melihat pintu dibuka. Tentu saja maksudnya ingin main dengan sesama kucing lain. Tapi saya tidak rela melihat rupiah berkeliaran di luar apalagi sedang marak berita penculikan dan pelecehan seksual pada anak-anak. Sehingga, kesepakatannya, Bebi dikandangin kalau pintu dibuka dan selama ada kegiatan sholat berjamaah di rumah. Karena dia hobi banget ‘ndusel’ di sekitar orang sholat.

9. Kalung kelintingan. Maksudnya bukan biar rame, tapi karena Bebi belum pandai menjawab kalau di panggil dan untuk mendeteksi keberadaannya maka perlu juga GPS kucing berupa kelintingan ini.

10. Sisir kucing. Kucing Persia kadang-kadang perlu disisir dengan sisir khusus dari kawat. Menurut pengalaman sih, sisir kecil bergigi rapat yang biasa dipakai bapak-bapak sudah cukup efektif untuk membuang rambut-rambut yang tidak diinginkan. Biasanya kucing menikmati aktivitas ini, karena rasanya seperti dielus, membuat dia tenang dan nyaman.  Kata Bebi sih… Menyisir juga tidak perlu pagi-sore.  Dua hari sekali saja sudah cukup.  Saya saja malas nyisir kok ini disuruh nyisir kucing 😦

11. Vitamin. Seperti halnya ibu-ibu yang kurang pede kalau anaknya belum minum vitamin, Bebi juga saya belikan vitamin drop untuk membantu pertumbuhan dan nafsu makan anak kucing. Untuk urusan makan sebetulnya Bebi termasuk tidak rewel. Asal tersedia nasi di magic jar, dia bisa bikin lauk sendiri, seperti nggoreng tempe, nyeplok telor, atau bikin indomie rasa cabe ijo, eh… itu orang ya? Tapi beneran, Bebi suka tempe goreng.  Mungkin rasa tempe goreng lebih enak dari makanan keringnya dia.  Saya belum punya nyali untuk nyicip makanannya 😛

Wadah makanan, vitamin, dan sisir Bebi.  Sisir ini dari kawat lancip, sebaiknya jangan dicoba pada manusia.
Wadah makanan, vitamin, dan sisir Bebi. Sisir ini dari kawat lancip, sebaiknya jangan dicoba pada manusia.

Dan berikut daftar harga belanjaan saya (dalam Rp):

Makanan anak kucing merek Cilos 1 kg, 64.000
Litter box kecil, 5.000
Pasir bentonite merek Meooow 5L, 27.000
Serok pasir, 10.000
Keranjang pergi, 40.000
Wadah makan minum dobel, 12.000
Shampo kucing merek Bintang 400 mL, 17.000
Kandang besi ukuran 60x50x50, 150.000
Kalung kelintingan, 5.000
Sisir kawat, 17.000
Vitamin kitten merek Grokit, 12.000
Total 359.000

Dari belanjaan tersebut, yang sifatnya bulanan paling-paling pasir.  Makanan kucing, asal tidak berbagi dengan tuannya, bisa awet sampai sebulan lebih.  Ini karena Bebi porsi makannya masih dikit ya.  Sedangkan shampo dan vitamin bisa lebih awet lagi.  Mungkin 2-3 bulan baru habis.

Demikian, semoga informasi ini bisa membantu bagi para pemula seperti saya, yang ingin memelihara kucing Persia.  Percayalah, memelihara kucing Persia tidak mahal dan tidak serepot memelihara macan misalnya (ya iyalah).  Selamat mencoba 🙂

Advertisements

26 thoughts on “Pernak-pernik Memelihara Kucing Persia Untuk Pemula

  1. Kok harga keranjang perginya murah ya? Pernik lainnya juga kok bisa murah2 begitu? Aku beli cargo aja 180rb lho. Ini di daerah mana? Bisa posting gambar keranjang pergiinya? Thanks a lot.

    • Dear Ade, keranjang perginya beneran keranjang belanja yang segiempat dan tutupnya dua kanan-kiri diatasnya. Toh dipakainya juga tidak lama, hanya untuk membawa dia dari petshop ke rumah, hehe. Bukan keranjang yang bentuknya seperti rumah-rumahan dan pakai alas. Kalau yang itu di tempat langganan saya juga diatas 100ribu, memang buat binatang peliharaan, hehehe. Foto contoh keranjangnya sudah saya lampirkan. Pernak-pernik lain memang murah, saya tinggal di Malang, belanjanya di Budi petshop splendid 🙂
      Thanks udah mampir, semoga dapat membantu.

  2. kok pernak perniknya murah banget sih? aku beli kalung sama tali buat ngajak jalan2 aja satuannya 30rb loh -_-
    terus sisir kawan 48rb, pasir bentonite 20kg 150rb. aku belinya di petshop tapi kalo beli di online shop harganya juga sama segitu-_-
    kamu belinya dimana semuanya sampe murah gitu?

  3. Wah menarik sekali mbah, bahasanya bikin ngakak seketika soale bebi nggoreng tempe. Sesama org malang, salam kenal n thanks recomendation budi shop,,
    Ini baru adopsi Garfied dan Gery usia 3 bulan,,,,

  4. wahahah mbak lucu banget tulisannya dan sangat informatif, thank you for shared. inshaAllah bulan depan mau ngadopsi kucing teman juga nih mba 🙂

    • Hai Gustor, tempatnya ada 2, satudi tepus kaki kav.1 yg satunya di dieng kluster riverside. Persisnya saya lupa, tapi lokasinya gampang kelihatan dari jalan besar kok. Semoga terbantu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s