Tentang Me-Time

Akhir-akhir ini teman-teman kantor mulai kasak-kusuk tentang Me Time untuk perempuan pekerja seperti kami. Yang waktunya terbagi menjadi dua zona.  Zona rumah, saat mengurus keluarga, dan zona kantor, saat mengurus pekerjaan.  Lalu, ujug-ujug ada artikel terkait yang muncul di newsfeed facebook saya. Tentang alasan Me Time. Yang menuliskan seorang psikolog dengan tiga orang anak. Tentu saja, karena psikolog, dikupasnya Me Time ini dari berbagai sudut pandang. Artikel tersebut saya share ke beberapa teman yang merasakan kegalauan yang sama.

Berikut beberapa komentar tentang Me Time ala teman-teman saya:

“Me Time-ku ya saat di kantor.  Walaupun repot tapi inilah kesempatanku sendirian.  Terserah aku mau ngapain, aku kan boss di kantor ini.”

Wah, enak ini sih, berarti setengah zona waktu hidupnya bisa untuk dirinya sendiri.  Huaaa… *ngiri*

Berikutnya:

”Me Time tidak identik dengan Happy Time, karena Me Time itu seperti battery, untuk re-charge energy saja. Sedangkan Happy Time identik dengan sistem operasi-nya (OS, operation system). Tanpa baterei yang cukup, OS tidak bisa bekerja optimal. Nah, agar saat charging bisa optimal, sebaiknya OS di-off kan dulu.”

Teman saya tersebut mengelompokkan Family Time sebagai Happy Time. Artinya, kalau mau re-charge ya sebaiknya betul-betul sendiri, tidak dengan keluarga. Re-charge adalah saat-saat seseorang meluangkan waktunya untuk dirinya, sendiri. Saat itu tidak perlu membawa-bawa terminologi ‘bahagia’. Karena bisa saja saat sendiri malah kepikiran keluarga atau feeling guilty karena meninggalkan keluarga. Mengambil sifat sedikit egois lantas memaafkan diri sendiri.

Yang lain berpendapat,

“Me Time ku ya saat kumpul keluarga. Saat dengan anak-anak dan selalu berkorelasi positif dengan rasa bahagia. Senangnya melihat mereka tumbuh, mereka tersenyum, dan mereka bermain.”

See, melihat lho yaa, bukan sibuk mengurusi mereka. Kalau melihat saja memang tidak menguras tenaga. Tapi kadang-kadang, bahagia itu bisa seperti tabir yang menutupi lelah. Sehingga mengurus dan melihat bisa tidak berbatas kata.

Kemudian ada yang menambahi, seorang teman yang harus meninggalkan keluarga karena sedang sekolah di luar kota.

“Saat ini aku sedang sendiri, sekolah, jauh dari keluarga yang tiap hari nyaris menyita hingga tiap detikku. Sampai aku memohon seandainya ada bonus waktu dari yang 24 jam itu, akan aku pakai untuk sendiri, tidak memikirkan dan melakukan apapun untuk mereka. Dan sekarang, disinilah aku. Memang sendiri, tapi dengan sedikit rasa bersalah. Merampas waktuku yang menjadi hak mereka dan memakainya untuk diriku sendiri.”

Teman, ternyata Me Time itu sangat personal. Tergantung dari kebiasaan dan lingkungan kita saat ini. Kebutuhan Me Time seseorang bisa sangat kompleks menyita waktu dan biaya, sekaligus bisa sangat sederhana hanya dengan menikmati sebatang coklat yang disembunyikan dari anak-anak sambil nonton sinetron. Kalau saya perhatikan, Me Time itu seperti jendela, tempat kita memandang keluar tanpa memikirkan sesuatu yang di dalam ruang. Lalu menarik napas dalam-dalam, merilis penat, mengosongkan rutinitas, dan menarik napas kembali disertai energi baru. Dalam kasus teman saya yang menjadikan anak-anaknya adalah Me Time, bisa jadi anak-anak itulah jendelanya.

Tidak ada yang salah dalam memilih jendela. Semua orang mempunyai jendela dan pemandangan yang berbeda di luar sana. Bahkan jendela itu harus dibuat. Bayangkan bila sebuah ruangan tidak memiliki jendela.  Sebuah ruangan yang tidak sehat lahir dan batin kan?

http://chaoticsoulzzz.files.wordpress.com/2012/06/looking-out-the-window.jpg
Looking out the window (taken from http://chaoticsoulzzz.files.wordpress.com/2012/06/looking-out-the-window.jpg)
Advertisements

2 thoughts on “Tentang Me-Time

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s