Pengeluaran Tak Terduga

Pagi-pagi si Bapak beli blewah. Tau kan? Buah yang mirip melon dengan daging buahnya yang harum dan berwarna peach tua. Menjelang bulan puasa buah ini mendadak jadi primadona, karena cocok disajikan saat berbuka.  Sebelum berangkat kerja, saya bongkar-bongkar alat-alat dapur mencari serutan blewah. Walaah, sudah setengah jam belum ketemu juga. Ya sudah, sepulang kantor nanti saya sempatkan mampir toko serba ada beli serutan blewah.

Di toko serba ada…

Sudah tekad bulat dalam hati, niat beli satu benda itu. Alat-alat rumah tangga berada di lantai 3. Alhamdulillah dapat, harganya pun kurang dari seribu rupiah. Murah kan? Kita bikinnya juga tidak bisa, hehe…

Sebelum ke kasir, masih ada waktu luang untuk melihat-lihat rak lain. Teringat ada beberapa keperluan yang belum sempat terbeli. Akhirnya, beberapa benda pun masuk ke keranjang belanjaan. Jadi prosesnya melihat-lihat dulu baru teringat. Bukan ingat lalu beli. Memang tidak terencana walaupun ‘diperlukan’. Berikut belanjaan ekstra saya:

1. Gantungan baju dari kawat.

Alasan beli: Gantungan baju dari plastik yang ada sudah banyak yang patah/rusak, gantungan kawat kan awet sampai tahunan. Lagipula murah kok, isi 10 hanya 11.275 rupiah.

Status: Dimaafkan

2. Pembalut ukuran jumbo (isi 50).

Alasan beli: Keperluan bulanan nih, stok sudah habis dan mumpung sedang di toko. Harga 14.000 saja.

Status: Dimaafkan.

3. Kaos kaki ibu dan Necta.

Alasan beli: Kaos kaki ibu sudah banyak yang koyak. Trus kaos kaki Necta untuk sekolah (walaupun masih ada stok). Mumpung ada, kuatir kehabisan. Habis murah sih, masing-masing 5.350 dan 4.150 rupiah.

Status: Dimaafkan.

4. Bukaan botol.

Alasan beli: Biasanya bulan puasa/lebaran kan ada sirup-sirup yang perlu dibuka pakai bukaan botol. Bukaan botol yang lama entah kemana (malas nyari). Trus ada ujung pembuka kaleng juga. Perlu untuk membuka kaleng kornet atau sarden (padahal biasanya sudah ada pengungkit di kalengnya). Tapi ini harganya muraaah, hanya 2.000 rupiah.

Status: Ok, karena murah, dimaafkan.

5. Pisau roti.

Alasan beli: Ya untuk memotong roti laah. Kan perlu pisau gerigi (padahal sudah punya). Memang sudah punya pisau roti, tapi yang ini ukurannya lebih panjang dan punya dua sisi. Lagipula harganya juga gak mahal, cuma 6.000 rupiah untuk pisau stainless-steel.

Status: Ya sudah, dimaafkan.

***

Alhasil, dari tujuan utama beli serutan blewah seharga 975 rupiah, akhirnya saya harus keluar uang 43.750 rupiah saat di kasir. Bayangkan, berapa ratus persen ‘pengeluaran tak terduga’nya?

Ya, walaupun semua berstatus dimaafkan 😛

Ini dia tersangka utamanya! *serutan blewah*
Ini dia tersangka utamanya! *serutan blewah*
Advertisements

2 thoughts on “Pengeluaran Tak Terduga

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s