Mempuasakan Jiwa

ramadhan

Ramadhan tiba

Bulan yang semestinya seluruh jiwa menyambutnya dengan sukacita. Bulan yang didalamnya terdapat amalan puasa, amalan yang dikhususkan untuk Allah.

Allah berfirman: “Semua amal anak Adam untuknya kecuali puasa. Ia untuk-Ku dan Aku yang akan membalasnya.” (Hadits Qudsi)

Puasa itu tidak ditentukan kadar pahalanya seperti amalan lain yang punya ukuran seperti dikali tujuh, dua puluh tujuh, atau seratus. Allah sandarkan pahala puasa kepada diri-Nya tanpa ada kadar bilangan. Puasa adalah pahala kesabaran, sedangkan pahala sabar tidak berbatas (QS. Az Zumar: 10).

Puasa itu ibadah sirri. Kita bisa saja ngaku-ngaku puasa padahal baru saja minum segelas es cendol. Hanya Allah dan kita saja yang tahu. Sebagai ibadah yang hanya terkoneksi dengan Allah, puasa adalah salah satu sarana meraih derajat takwa (QS. Al Baqarah: 183). Sedangkan tangga menuju takwa adalah pensucian jiwa (tazkiyatun nafs). Maka, ini kesempatan untuk meningkatkan kadar puasa kita dari puasa orang awam menjadi puasa khusus dengan adab-adab tertentu melalui tazkiyatun nafs.

Syarat batin puasa seperti yang dipaparkan oleh imam Al-Ghazali adalah sebagai berikut:

  1. Menundukkan pandangan dan menahannya dari memandang ke setiap hal yang dicela dan dibenci, ke setiap hal yang menyibukkan hati dan melalaikan diri dari mengingat Allah.
  2. Menjaga lisan dari bualan, dusta, ghibah, gunjingan, kekejian, perkataan kasar, pertengkaran, dan perdebatan. Mengendalikannya dengan diam, menyibukkannya dengan dzikrullah dan tilawah Al-Quran.
  3. Menahan pendengaran dari mendengarkan setiap hal yang dibenci (makruh) karena setiap yang diharamkan perkataannya diharamkan pula mendengarkannya. Padahal, orang-orang yang suka mendengar berita bohong, banyak memakan yang haram (QS. Al Maidah: 42) dan perkataan bohong tidak terlepas dari memakan yang haram (QS. Al Maidah: 63). Jadi, mendiamkan ghibah adalah haram (QS. An Nisa: 140).
  4. Menahan anggota badan lainnya – seperti kaki, tangan, perut — dari berbagai dosa. Tidak ada artinya berpuasa, menahan makanan yang halal, kemudian berbuka dengan yang haram. Seperti halnya berbuka dengan ghibah (haram).
  5. Tidak memperbanyak makanan yang halal saat berbuka puasa sampai penuh perutnya. Karena esensi dan rahasia puasa ialah melemahkan berbagai kekuatan yang menjadi sarana syetan untuk kembali kepada keburukan. Diantara adab puasa ialah tidak memperbanyak tidur siang agar merasa lapar dan dahaga dan merasakan lemahnya kekuatan sehingga hatinya menjadi jernih. Lebih dari hal yang dulu diajarkan saat kita masih kecil, bahwa puasa bertujuan merasakan lapar dan dahaganya orang-orang papa. Kemudian berusaha agar setiap malam bisa melakukan tahajjud dan membaca wirid sehingga syetan tidak mengitari hatinya untuk melihat keghaiban langit pada malam lailatul qadar (malam kemuliaan, saat tersingkapnya sesuatu dari alam ghaib). “Barangsiapa meletakkan keranjang makanan di antara hati dan dadanya maka ia akan terhalangi dari malam kemuliaan tersebut. Dan barangsiapa mengosongkan perutnya sama sekali maka hal itu tidak akan cukup untu mengangkat hijab selagi keinginannya tidak terbebas dari selain Allah.”
  6. Hendaknya setelah ifthar (berbuka) hatinya berada diantara khauf dan roja’ (takut/cemas dan harapan), sebab ia tidak tahu apakah puasanya diterima sehingga termasuk golongan muqarrabin atau ditolak sehingga termasuk orang-orang yang dimurkai oleh Allah.

Akhirnya,”Puasa adalah amanah, maka hendaklah salah seorang di antara kamu menjaga amanahnya.” (Diriwayatkan oleh al-Khara’ithi dengan sanad yang hasan), sehingga kita tidak termasuk orang yang berpuasa tapi sesungguhnya tidak berpuasa.

(Disarikan dari kitab Ihya’ Ulumuddin Al-Ghazali ‘Mensucikan Jiwa’, disusun ulang oleh Sa’id Hawwa).

Pic was copied from http://static.hothdwallpaper.net/51af0c8500ab532065.jpg

Advertisements

2 thoughts on “Mempuasakan Jiwa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s