Uneg-uneg Tentang Cemburu

Kucing saja bisa -- pura-pura -- jelessss :D
Kucing saja bisa jelessss 😀

(Oh damn! Aseeeem! Grrrhhh!!!) *tiiiit*

Pagi-pagi dilanda iseng akut. Tau-tau ingin nulis tentang cemburu. Cemburu? Ya, cemburu. Bukan karena saya sedang cemburu. Big NO! Saya hanya penasaran apa itu cemburu.

CEMBURU ADALAH:

Menurut KBBI online, cemburu adalah:

cem·bu·ru a 1 merasa tidak atau kurang senang melihat orang lain beruntung dsb; sirik: ia — melihat madunya berjalan berduaan dng suaminya; 2 kurang percaya; curiga (krn iri hati): istrinya selalu — kalau suaminya pulang terlambat;
— buta sangat cemburu;

Kalau versi English-nya, cemburu yang diterjemahkan menjadi jealous menurut Oxford dictionary online adalah:

adjective

Feeling or showing an envious resentment of someone or their achievements, possessions, or perceived advantages: she was always jealous of me

  • Feeling or showing a resentful suspicion that one’s partner is attracted to or involved with someone else: a jealous husband
  • Fiercely protective of one’s rights or possessions: the men were proud of their achievements and jealous of their independence
  • (Of God) demanding faithfulness and exclusive worship.

Yang diterjemahkan dengan gaya bebas ala saya (jangan terlalu percaya, saya bukan ahli bahasa Inggris):

Cemburu adalah kata sifat yang menggambarkan perasaan iri benci pada seseorang atau prestasi, harta, atau keuntungan yang mereka rasakan. Lebih spesifik, kata ini dipakai untuk menunjukkan kecurigaan dan marah karena salah satu pasangan tertarik atau terlibat dengan orang lain. Atau digunakan untuk melindungi hak atau harta secara mati-matian. Juga untuk menunjukkan tuntutan Tuhan agar manusia setia dan beribadah hanya padaNya.

PENYEBAB CEMBURU DAN CARA MENGATASINYA

Hmm, kata yang bermuatan iri, dengki, sirik, tidak percaya, curiga.  Betapa tidak nyamannya dunia kalau hati kita diwarnai cemburu. Tapi ini semua pasti pakai penyebab. Setelah googling sana-sini, saya menemukan 2 hal utama penyebab cemburu, yaitu kekurangpercayaan dan tidak percaya diri.  Walaupun bisa saja kekurangpercayaan bersumber dari kegalauan gara-gara tidak percaya diri, tapi point tersebut tetap saya pisahkan karena hal lain yang mungkin menjadi penyebabnya.

Nah, apakah Anda sedang cemburu karena dua hal tersebut?

Cara mengatasinya tentu dengan memupuk kepercayaan dan rasa percaya diri. Cemburu pada suami/istri karena tidak percaya?  Tidak ada kata lain, sebaiknya percaya saja 100% seperti yang pernah saya tuliskan di dalam Rama dan Sinta #2.  Karena ketidakpercayaan hanya memperburuk keadaan.  Atau cemburu pada tetangga yang bisa beli mesin cuci baru? Yakinlah, suatu saat Anda bisa membelinya. Tidak harus besok, barangkali 5 tahun lagi saat ada model terbaru yang lebih canggih dan terjangkau kantong. Kalau kalau sulit membangun rasa percaya diri atau yakin tidak akan mampu beli mesin cuci baru, hindari rasa ingin tahu terhadap aktivitas orang lain. Jangan stalking tetangga dan sibukkan diri dengan hal-hal yang bermanfaat.

Jadi, seperti yang seringkali saya baca tentang alasan cemburu, ternyata cemburu samasekali bukan karena cinta atau apapun derivatnya.  Cemburu itu sifat yang mengandung unsur ego.  Mungkin ini manifestasi dari sikap afeksi baik kepada barang atau hak maupun Tuhan terhadap makhluknya seperti yang dijelaskan di kamus Oxford tadi.  Padahal ya, apa sih yang menjadi milik kita itu? Semua kan pinjaman.  Pasangan hidup, anak-anak, harta, benda, lainnya, itu semua titipan.  Modal untuk kehidupan yang lebih abadi *bicaraitumudah*.  Lalu, bagaimana dengan Tuhan? Tuhan memang berhak cemburu.  Tuhan itu berhak egois.  Karena kita makhluknya, kita ada karena Tuhan.  Dari Abu Hurairah ra Nabi saw pernah bersabda : “Sesungguhnya Allah ta’ala itu cemburu, dan cemburunya Allah ta’ala yaitu apabila seseorang yang melakukan perbuatan-perbuatan yang di haramkan oleh Allah”. HR Bukhari dan Muslim.  Endingnya ndak cocok ya? Ah, biarin 😀

Advertisements

4 thoughts on “Uneg-uneg Tentang Cemburu

  1. Cemburu bukan krn cinta? ya alasan cemburu lebih luas, tp cinta termasuk di dlmnya. Jika tdk cinta gak akan timbul cemburu, cinta sendiri selalu kemana-mana bareng ego…jd ya mereka tuh udh paket hemat : buy 1 get 3

  2. Hahaha…kok ndak tv lain?

    Ok, kalau cinta yang gandengan dengan ego, itu cinta pada diri sendiri. Seperti yang memberikan alasan cemburu karena rasa takut kehilangan, itu bukannya sifat egosentris yang berkedok cinta ya? Thus, IMHO, cemburu ndak berkaitan langsung dengan cinta, kecuali cinta diri sendiri.

    Yang lain very welcome untuk beda pendapat 😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s