Yang Ke-250

Ini postingan ke-250.  Selamat buat saya yang sudah istiqomah menulis di blog ini.

Yah, karena dilarang corat-coret dinding tetangga selain di kolom komentar. Itupun bisa kena sapu kalau yang punya rumah tidak berkenan.
Di postingan ke-250 ini sebetulnya saya ingin menuliskan sesuatu yang sangat berkesan, inspiratif, dan penuh makna. Tapi sayang, saya sedang tidak punya ide samasekali. Apalagi menulis sesuatu yang ilmiah.

Lah, lalu kenapa nulis? Kan bisa nanti-nanti?

Saya nulis karena sedang bosan, jenuh, kesal, marah. Anything related with those black mood. Ya, perasaan saya sedang gelap. Mendung. Dan tentu saja – sebagai perempuan biasa yang mengedepankan perasaan – saya ingin menangis. Selain menuliskan ini, saya juga mengganti ‘sticky post’ dengan quote tentang tangis. Saya sedang mempersalahkan diri, yang satu sisinya sedang membaca eksepsi.  Entah nanti amar putusannya apa.

Ummmm....
Ummmm….

Bagaimanapun, saya mengucapkan terimakasih pada semua pembaca blog saya. Semoga ada hal-hal bermanfaat yang bisa diambil dari sini.  Maafkan kalau ada hal-hal yang tidak berkenan.  Saya sangat terbuka terhadap kritik dan teguran agar menjadi lebih baik.

Advertisements

3 thoughts on “Yang Ke-250

  1. Putusannya bersalah, karena tindakan yg inkonstitusional dan delusional, mengabaikan bukti2 bahwa ketersediaan kemampuan dalam memanage perasaan belum mencukupi utk pengambilan keputusan dan bertanggungjawab terhdp dampaknya secara terstruktur, masif dan sistematis….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s