Sesungguhnya

Aku ingin,

Mengenangmu sebagai teman penghias tawa
Bukan lembar-lembar pemantik luka

Menyimpanmu dalam bingkai kayu berbunga
Bukan lagu sendu apalagi airmata

Membacamu pada buku-buku cerita bahagia
Bukan kisah sedih bertabur nelangsa

Dengan berlalunya waktu,

Sesungguhnya ingin kueja namamu dengan not balok sebagai frasa tanpa diskorda.

Published by

Safrina Dewi

Sebutir pasir dalam lautanNya, yang berusaha memaknai hari untuk mencapai ridhoNya...

2 thoughts on “Sesungguhnya”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s