Dominansi Si Kucing Alfa

Pernah dengar tentang hirarki di dunia hewan?

Dalam dunia hewan, ada hirarki atau urutan kekuasaan.  Penguasa tertinggi di sebut hewan alfa.  Penguasa tertinggi ini berlaku untuk hewan sejenis di dalam kelompoknya.  Yaitu dia yang paling kuat, dominan, dan boleh mengawini lebih dari satu betina di dalam kelompok tersebut.  Tapi dia juga yang bertanggung jawab atas keselamatan kelompok tersebut.  Bukan enaknya saja ya, hehe…

Kucing, walaupun cenderung hidup secara soliter, tapi bisa membentuk hirarki juga kalau ketemu dengan sesama kucing.  Kucing alfa punya karakter dominan dan dilahirkan sebagai pemimpin.  Jadi ini genetis, bawaan orok.  Kucing ini kebanyakan jantan, walaupun betina juga bisa berpredikat alfa.  Kucing alfa biasa melakukan bullying baik pada sesama kucing maupun pada tuannya untuk mendapatkan apa yang dia inginkan.  Termasuk saat menginginkan makanan tertentu.  Misal ingin jajan bakso, nah kalau si pemilik ogah membelikan, dia akan panggil sendiri tukang baksonya terus diborong bareng teman-temannya.  Giliran bayar, kita yang kena. *sigh*  Mungkin kita berpikir bahwa kitalah tuannya, tapi kucing alfa ini percaya bahwa dialah yang memiliki kita.  Seperti dunia paralel saja ya.  Pokoknya, kucing jenis ini bandel, susah diatur, suka bikin keributan, dan tukang maksa.

Mudah mendeteksi yang mana kucing alfa di kompleks perumahan kita.  Biasanya di satu kompleks selalu terlihat kucing tertentu yang paling dominan, keluyuran kemana-mana dan selalu menang saat berkelahi.  Kalau dia betina, kucing jantan saja takut berhadapan dengan dia.  Tidak puas menandai daerah kekuasaan dengan urinnya (spraying), kucing jenis ini bahkan jarang mau mengubur kotorannya.  Mungkin dengan harapan ada kucing inferior yang mau mengubur pup-nya.  Atau kalau pun bukan kucing, manusia inferior yang akan menyingkirkan kotorannya.  Gimana gak disingkirkan kalau buang kotoran di halaman atau di depan garasi.  Baunya kan kemana-mana *korban dibully kucing*.  Kucing tipe ini pokoknya nyebelin banget dah.

Tapi, seperti halnya sifat agresif di dunia manusia, di dunia perkucingan sifat ini juga bisa dikurangi.  Caranya dengan disayang dan dilatih.  Berikan reward untuk perilaku yang manis dan hukuman untuk perilaku agresifnya.  Hukumannya tidak perlu pakai kekerasan, cukup dengan dicuekin atau diabaikan.  Karena para kucing ini begitu mendambakan perhatian dan kasih sayang.  Begitulah, semoga kucing kita bukan kucing alfa 🙂

Advertisements

2 thoughts on “Dominansi Si Kucing Alfa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s