Dry Humping Pada Kucing

Bebi Subebi, 7 bln :)
Hallo, aku sudah 7 bulan.  Ganteng yaa 🙂

Umur si Bebi sudah 7 bulan.  Kalau dikonversi ke umur manusia kira-kira sudah 13 tahun-an.  Umur ABG untuk manusia, tapi kalau ini KBG, Kucing Baru Gede.  Sambil mengingat-ingat kelakuan adik laki-laki saya pas umur-umur segitu, ternyata tidak jauh beda dengan kucing.  Lebih tepatnya, kelakuan kucing tidak jauh beda dengan manusia.  Suka keluyuran, mencari teman baru, dan sudah mulai mencari pasangan.  Kucing jantan teman saya yang beberapa bulan lebih tua malah sudah mulai birahi.  Karena belum sempat dipacak akhirnya kucing itu melakukan dry humping ala kucing.  Dari literatur yang saya baca, itu merupakan perilaku wajar pada kucing jantan usia produktif.  Termasuk pada kucing jantan yang sudah dikebiri.  Nah, apa itu dry humping?

Ada waktu-waktu tertentu pada kucing jantan usia produktif melakukan posisi seperti mau kawin dengan menunggangi (humping) benda tertentu.  Bendanya bisa apa saja bahkan tangan atau kaki tuannya.  Perilaku ini ternyata tidak berkaitan dengan aktifitas seksual, melainkan lebih pada perilaku dominansi terhadap benda tertentu.  Perilaku ini juga bisa muncul pada anak kucing kepada induknya untuk menunjukkan rasa aman dan terlindungi.  Kalau kucing kita humping pada anggota badan kita, bisa jadi artinya dia ingin menunjukkan pada kita bahwa dia adalah bos kita.

“Haduuh, kucing ngelunjak ini sih.”

Hal ini sedikit berbeda dengan perilaku spraying yang juga biasa dilakukan oleh kucing jantan dewasa.  Saat spraying mereka menyemprotkan urin di tempat-tempat tertentu untuk menandai daerah teritorialnya.  Sedangkan dry humping — namanya juga ‘dry’ — tidak ada yang disemprotkan.  Si kucing hanya nunggang dan meremas-remas dengan gemas benda tunggangannya.  Tapi kan risih juga melihatnya.

Kelakuan ini bisa bikin malu kalau ada tamu misalnya.  Sangat tidak sopan kalau tiba-tiba si kucing menjadikan tamu sebagai target dry humping-nya.  Padahal maksudnya untuk menyatakan bahwa dia adalah pemilik rumah.

“Hah, ini lebih ngelunjak lagi.  Lama-lama rumah kita bisa dikontrakkan sama ini kucing.” 😦

Yang beginian perlu diajari sopan santun.  Caranya adalah:

  1. Perhatikan pupil mata kucing. Pupil adalah bagian mata yang bisa melebar dan menyempit.  Saat ingin humping, pupilnya akan melebar.  Letakkan segera si kucing di lantai dan abaikan dia.
  2. Biasanya saat dielus dan makin keenakan, intensitas dengkur (purring) dan remasannya meningkat. Sebelum kena humping, segera hentikan elusan kalau perlu turunkan di lantai dan tinggalkan dia.
  3. Kalau masih bandel juga, peringatkan dengan intonasi suara tinggi. Kalau perlu sambil mengacung-acungkan sapu.  Hehe…

Dengan begitu dia akan tahu bahwa kita tidak suka dengan perilakunya.  Semakin muda usia, makin mudah diajari.  Kalau masih bandel dan agresif, perlu konsul pada dokter hewan untuk periksa hormon.  Nanti akan diberi obat tertentu untuk menstabilkan perilakunya.

Advertisements

2 thoughts on “Dry Humping Pada Kucing

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s