Cinta Dan Memiliki

Saya sedang berkemas pulang. Tiba-tiba teringat postingan teman saya ini dan merasa harus menulis sesuatu. Sehingga saya urungkan langkah ke pintu gerbang lalu duduk menghadap komputer. Karena uneg-uneg yang tidak dituangkan bisa bikin mules kepikiran seharian.

Kata teman saya, cinta (tak) harus memiliki.  Saya setuju. Sangat setuju. Walaupun saya bukan orang yang percaya cinta itu eksis. Saya setuju bahwa tidak ada hal yang membuat kita beralasan untuk memiliki sesuatu selain dari kebutuhan kita sendiri. Berbicara tentang kebutuhan kita, sama dengan berbicara tentang ego. Jangan sinis dulu dengan ego. Tingkatan ego bermacam-macam. Manusia dikaruniai ego agar bisa memenuhi kebutuhannya untuk bertahan hidup alias survive. Kalau di ilmu psikologi kebutuhan ini disebut id atau naluri untuk bertahan hidup. Kebutuhan itu mulai dari yang primer seperti makan sampai yang super tersier seperti rumah mewah di puncak Alpen (sangat tidak penting). Dorongan untuk memenuhi id ini juga ada spektrumnya mulai dari yang paling lemah sampai sangat kuat. Kalau kuat banget bisa disebut egois. Tidak peduli kanan-kiri atas-bawah yang penting keinginannya terpenuhi.

Kembali ke masalah kepemilikan. Kalau ditinjau dari premis diatas artinya seseorang bisa tetap mencintai tanpa harus memiliki.

“Ini sih namanya ndak mampu, pengen punya iPhone 6 tapi ga punya uang.”

Haha, itu namanya tahu diri. Prosesnya:

Jatuh cinta –> lihat saldo tabungan –> nyesek –> sadar –> gak jadi beli –> tetep cinta.

Saya hanya ingin menyampaikan, bahwa keinginan memiliki itu bisa diatur dengan mengontrol ego. Karena bukan cinta yang membuat kita ingin memiliki sesuatu, tapi ego. Kebalikannya, untuk memiliki sesuatu tidak perlu cinta. Melainkan kebutuhan. Kuatirnya, alih-alih kita mencintai sesuatu itu, yang ada malah kita ‘memperbudak’ sesuatu itu untuk memenuhi ego kita atas nama cinta. Begitulah, menurut pengalaman pemahaman saya.

Co cwiiiiiit.... :)
Co cwiiiiiit…. 🙂
Advertisements

6 thoughts on “Cinta Dan Memiliki

  1. mungkin bahasa agamanya ego ntu … nafsu kali yak .. nafsu dari yg berderajat tinggi mutma’innah ampe yg biasa ampe rendah .. tapi kalo ndak ada nafsu mungkin juga ndak ada yg namanya manusia tapi itu emang fitrah, …. dulu pernah; jatuh cinta –> kiat dompet –> nyesek –> wira-wiri ndak jelas –> kesimpulan –> lupain aja deh .., sek kere 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s