Buat Mama

Selarik prosa yang dituliskan oleh Agus Syafaat pada Juli 1993.

IBU

Demikianlah, kerinduan itu perlahan berjamur melekati batang jarum jam.  Lalu mimpi memanjang membuka pintu dan jendela hingga dapat kulihat kanan-kanak berlarian bersama angin di antara bunga-bunga rumput, sementara burung-burung menjauh meraba horison.  Ketika matahari senja melukis jingga di pelepah padi, kuhisap nafas yang dulu pernah kau hisap, Ibu.  Seperti sungai mengenangkan mata air, seperti daun mengenangkan ranting.

Rinduku menghijau berakar pada waktu, tapi mataku tak lagi percaya pada apa yang diberitakan almanak.  Maka kubiarkan angin menerbangkan lembarnya satu-satu, menjadi hujan yang memeram daun-daun di pojok halaman.  Hanya matamu yang jernih mampu jadi silhuet di sepenjang matahari.

Aku hanya percaya pada doamu.  Doa yang mendetakkan jantungku, doa yang menghembus kelopak mataku, doa yang melukis langit biru.

Inilah anakmu, Ibu, yang menulis prosa bagi usia yang memutih, agar suatu ketika dapat kubacakan usiaku dengan lantang dalam keteduhan pelukanmu.

source: http://images.fineartamerica.com/images-medium/mother-with-child-padmakar-kappagantula.jpg
source: http://images.fineartamerica.com/images-medium/mother-with-child-padmakar-kappagantula.jpg
Advertisements

One thought on “Buat Mama

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s