Bebi in Love

Masih ingat Bebi kan? Kucing persia-himalayan jantan yang saya adopsi awal tahun ini. Nah, dia sedang jatuh cinta. Iya, jatuh cinta! Ini sih bahasa sopan dari in heat atau birahi ala kucing. Pada kucing betina atau mamalia betina lain in heat disebut juga masa estrus.

Jadi bulan Desember ini umur Bebi 10 bulan, sudah masanya mencari pasangan.  Berikut saya akan membagi beberapa pengalaman menghadapi perilakunya selama masa-masa sulit ini:

1. Lebih sering mengeong. Sebetulnya Bebi termasuk kucing pendiam. Suaranya juga halus seperti anak kucing (sempat cek jakun gara-gara ini), sampai-sampai saya kira dia berjenis kelamin betina. Apalagi alat reproduksinya ketutupan rambutnya yang panjang.  Tapi akhir-akhir ini dia jadi rajin mengeong, terutama mengeong dekat pintu keluar.  Jadi anggapan saya, dia minta dibukakan pintu.  Kucing jantan milik teman saya yang punya suara bas-tenor tiap malam mengeong ala kucing garong semacam upacara memanggil arwah kucing betina.  Sampai-sampai ditempatkan di ruangan terpencil di dalam rumah oleh pemiliknya.  Kasihan juga ya.  Sudah diiklankan pemacakan gratis tetap saja belum laku.

2. Gelisah ingin keluar rumah. Mungkin kalau di rumah ada kucing betina yang sedang masa estrus, dia tidak akan segelisah ini. Untuk meredam kegundahannya, saya sengaja membiarkannya lebih sering main di luar rumah demi memenuhi hak asasinya sebagai kucing. Walaupun pernah juga saya panik lantaran dia tidak pulang dua hari dua malam dalam rangka mencari pasangan yang cocok (Bebi: Nyari yang cocok itu susah tauk…).

Setelah beberapa hari keluyuran malam, bertemulah dia dengan kucing betina yang — untungnya — tinggal tidak jauh dari rumah saya.  Jadi kalau dia ngapel ngilangnya tidak jauh-jauh dari rumah. Si betina sama-sama ras persia yang dilepas di luar rumah. Setelah bertemu pasangan bukan berarti dia pulang dan mengenalkan pasangan pada keluarga besarnya. Kerjaannya beberapa hari ini hanya gelosotan berdua dengan pasangannya itu. Tempat kencan favoritnya di kolong mobil tetangga yang diparkir di luar rumah. Kalau dipanggil hanya nengok sebentar. Kadang berdiri seperti mau pulang tapi kemudian balik lagi nungguin ceweknya itu. Enggan berpisah walau sekejap. Mungkin khawatir si cewek nglirik pejantan lain kalau ditinggal.

Buat saya, ini sih namanya bukan dikacangan, tapi dikucingin.

Yang heran, dia (atau mereka) bisa tahan tidak makan selama beberapa hari dan mungkin juga tidak buang hajat selama proses pedekate itu. Saya sih senang-senang saja karena selain menghemat makanan kucing, litter box jadi tidak cepat penuh. Kalau pada manusia jatuh cinta disinyalir dapat menekan nafsu makan, pada kucing ternyata berlaku hal yang sama. Tapi ya begitu, pada hari kesekian dia pulang, badannya kotor, kumal, dan berkutu *Aaaarrgh !!!, mesti rajin-rajin mandiin dia lagi 😦 *

Bebi pinter milih, maunya dengan sesama persia ;)
Bebi pinter milih ya, maunya dengan sesama persia 😉
Advertisements

2 thoughts on “Bebi in Love

  1. yah pesenku buat bebi, jaga baik2 cinta itu, jangan pasang pp kopel, jangan lupa telpon, jangan cuek, jangan obral janji tp gak ditepati….#bebi kan aqua, sama kelakuannya pasti…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s