PKK Yang Luar Biasa

Dulu, saya termasuk orang yang tidak terlalu peduli dengan kegiatan PKK.  Bukan berarti tidak suka, bukan itu.  Tapi rasanya kok kegiatan PKK itu kurang produktif dan identik dengan arisan (ini sepertinya gara-gara salah pergaulan, ngumpulnya dengan kelompok PKK perkotaan yang relatif stagnan dan didominasi oleh kegiatan arisan).

Ternyata tidak demikian dengan PKK di daerah (baca: pedesaan).  Luar biasa sekali geliat aktifitas PKK di daerah ini.  Dan semuanya kembali pada 10 Program Pokok PKK.  Pokoknya kesepuluh-sepuluhnya diterapkan dan menjadi nafas dari semua kegiatan PKK.  Belum pernah terbayangkan sebelumnya kalau saat ini saya harus terjun di dalam kegiatan PKK daerah, apalagi menjadi Ketua TP (Tim Penggerak) PKK.  Walaupun dulu sering membolos arisan PKK RT, tapi untunglah saya masih hafal lagu Mars PKK gara-gara pernah ikut lomba paduan suara Mars PKK.  Sangat tidak elegan bukan, kalau Ketua TP PKK Kecamatan tidak hafal Mars PKK 😀

Begitulah, awal terjun di PKK Kecamatan bukanlah sesuatu yang mudah bagi saya.  Langkah pertama yang saya ambil adalah mempelajari dengan membaca sebanyak-banyaknya literatur tentang Organisasi Tata Kelola PKK serta apapun tentang Pokja 1-4 (Kelompok Kerja) dan mulai menghafal 10 Program Pokok PKK.  Yang semakin dipahami membuat saya semakin sadar, betapa salah satu ujung tombak pendidikan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat daerah ada di tangan kader PKK (yang akan mentransfer pengetahuannya kepada ibu-ibu di daerah).

PKK memang milik perempuan, tapi tanpa peran serta laki-laki kegiatan PKK tidak akan berjalan lancar.  Dalam hal ini tentu saja kerjasama yang baik harus dimulai dari keluarga sebagai basis pendidikan manusia.  Disinilah wacana literasi manusia (human literacy) berawal.  Hal tersebut sangat relevan dengan kepanjangan PKK, Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga.

logo-atau-lambang-pkk
Logo PKK. Sepuluh buah ujung tombak yang tersusun melingkar di tengah logo merupakan lambang dari 10 Program Pokok PKK.

Tim Penggerak PKK sebagai mitra kerja dari pemerintah serta organisasi kemasyarakatan, yang berfungsi sebagai fasilisator, perencana, pelaksana, pengendali dan penggerak  pada masing-masing jenjang untuk terlaksananya program PKK.  Program PKK menyentuh berbagai aspek.  Aspek sumber daya manusia dari semua tingkatan usia, aspek alam dari bagaimana lingkungan terbentuk hingga urusan sampah, serta tentu saja aspek harmonisasi manusia dan alam.  Dengan begitu PKK sangat berperan ikut mensukseskan program pemerintah kalau tidak ingin disebut sebagai ujung tombak kesuksesan program pemerintah.

Saya contohkan disini adalah sinergi antara PKK Kecamatan dengan Puskesmas sebagai salah satu UPTD (Unit Pelaksana Teknis Daerah) Kesehatan, Sosial, dan Pendidikan tingkat kecamatan.  Beberapa program kerja PKK adalah:

  1. Melalui program GSIB/KSIB (Gerakan Sayang Ibu Bayi/Keluarga Sayang Ibu Bayi), P4K (Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi), dan 1000 HPK (Hari Pertama Kehidupan).  Kesemuanya ikut mengawal usaha pemerintah menekan angka kematian ibu dan bayi melalui kampanye dan penyuluhan di pusat layanan kesehatan daerah. Memotivasi ibu hamil untuk rajin memeriksakan kandungan, mendapatkan gizi cukup, serta mendorong peran serta suami sebagai Suami Siaga dan Ayah Siaga.  Hebat bukan 🙂
  2. Sosialisasi pemberian ASI dan ASIEK (ASI eksklusif) dan membentuk KPASI/KPASIEK (Kelompok Pendukung) yang melibatkan keluarga dekat ibu menyusui
  3. Pencegahan stunting (perawakan pendek) pada balita dan gizi buruk
  4. Ikut serta mengkampanyekan Gemari (Gerakan Gemar Makan Ikan)
  5. Mendorong Anak Indonesia Suka Makan Ikan (AISUMAKI)
  6. Melalui program KKPBK (Kependudukan, Keluarga Berencana, Pembangunan Keluarga) memasyarakatkan GenRe (Generasi Berencana), KB/KS (Keluarga Berencana/Keluarga Sejahtera)
  7. Mendorong peningkatan penghasilan keluarga melalui UP2K (Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga) dan mengaktifkan kegiatan KWT (Kelompok Wanita Tani)
  8. Meningkatkan kesadaran pendidikan dan pengajaran pada masyarakat melalui pembentukan PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) di setiap dusun yang berlanjut pada PAUD HI (Holistik Integratif) bersama dengan kelompok BKB HI (Bina Keluarga Balita Holistik Integratif)
  9. Program PAAR (Pola Asuh Anak dan Remaja)
  10. Pelaksanaan program HATINYA (Halaman Asri Teratur Indah Nyaman)
  11. Program ODF (Open Defecation Free) di setiap dusun dan desa hingga tercapainya deklarasi ODF
  12. Penurunan angka kejadian kanker leher rahim dengan mengajak wanita usia subur mengikuti pemeriksaan penapisan IVA (Inspeksi Visual Asam asetat)
  13. Program Lansia (Lanjut Usia) sehat, aktif, produktif, mandiri
  14. Pengadaan Bank Sampah di setiap Desa/Dusun.

Dan yang sudah saya sebutkan itu bukan sekedar tulisan loh… terbukti dari foto-foto –narsis– kegiatan berikut 😀

IMG-20190928-WA0041
Kegiatan IVA di Roemah Boedi Desa Wanurejo. Kode C berarti Cantik, menunjukkan bahwa perempuan harus cantik dan sehat luar dalam.
IMG-20191019-WA0040
Bersama kader HIMPAUDI Kec. Borobudur. Gerakan pungut sampah setelah acara senam AISUMAKI PAUD se-kecamatan Borobudur di Balkondes Ngargogondo.
IMG-20191115-WA0007
Bersama Juara Lomba Senam KB diadakan oleh Balai KB/KS diikuti oleh Kader KB, Kader Kesehatan dan Petugas Pembantu Keluarga Berencana Desa (PPKBD) dari seluruh desa se-kecamatan Borobudur di Balkondes Tuksongo.  Kode V dengan punggung tangan menghadap ke depan memiliki arti ‘Ayo Ikut KB’.
IMG-20190904-WA0028
Bersama Pengurus dan Kader PKK Kecamatan dan Pokja III se-kecamatan Borobudur. Pelatihan pembuatan eco-brick di pendopo kantor kecamatan Borobudur.  Kode 3 Jari maksudnya adalah 3-R, re-use, reduce, recycle.

Setidaknya, program-program tersebut sudah saya ikuti maupun saya baca (di surat undangan kegiatan yang seringkali tidak dapat saya hadiri) selama hampir tiga bulan ini berkecimpung di dunia PKK Kecamatan.

Terbayang kan, betapa pentingnya arti PKK dalam ikut menyukseskan program-program pemerintah.  Karena PKK lah yang bersentuhan langsung dengan komunitas terkecil yang paling berperan dalam pembangunan masyarakat sehat sejahtera, yaitu keluarga.

Hiduup, Jayaa… PKK 😉

Published by

Safrina Dewi

Sebutir pasir dalam lautanNya, yang berusaha memaknai hari untuk mencapai ridhoNya...

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s