Uji Rasa

Kalau ada uji nyali, yang ini uji rasa. Bukan uji rasa masakan, itu sih urusannya juri Master Chef. Tapi ini rasa perasaan. Ya, rasa itu bisa berupa benci, marah, hingga yang bagus-bagus seperti sayang dan cinta. Namanya juga uji, mesti ada alat ujinya. Sebetulnya alat ujinya adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan orang yang dengannya kita merasakan sesuatu.

Alkisah, perasaan manusia itu dinamis. Bisa berubah dengan perlakuan tertentu termasuk oleh waktu. Dengan berlalunya waktu, kita bisa melihat apakah perasaan yang pernah kita miliki pada seseorang masih ada atau sudah hilang alias netral.

Berdasarkan survey abal-abal yang sangat tidak valid, alat uji rasa ini adalah:

  1. Foto. Bisa dikatakan kita sudah netral lagi kalau tidak melengos atau reflex melotot saat melihat fotonya. Demikian juga dengan cinta, tidak ada gelombang electromagnet (baca: desir) tertentu saat melihat fotonya. Pokoknya lempeng dah.
  2. Nama/nomer telepon. Kalau perasaan kita sudah netral, membaca atau menuliskan nama seseorang tidak akan membuat sistem saraf pusat kita terhubung dengan pusat memori tentang kenangan atau kejadian yang membuat kita memiliki perasaan tertentu pada seseorang. Alias tidak muncul efek apapun.
  3. Lagu. Dengan netralnya perasaan, lagu yang menghubungkan kita dengan peristiwa masa tertentu akan terdengar biasa saja di telinga. Tidak ada rasa ingin mematikan lagu itu atau memutarnya berulang-ulang.
  4. Tempat. Demikian juga dengan tempat. Kita tidak lagi ingin menghindari atau sengaja mendatangi TKP tertentu dengan alasan masa lalu.
  5. Hadiah/benda kenangan. Seiring waktu, hadiah juga akan usang. Hadiah dari orang yang kita benci mungkin sudah dijual di loakan (kalau masih laku) atau bahkan sudah tidak berbentuk lagi dicabik-cabik maupun pecah berantakan. Sedangkan hadiah dari orang yang masih kita sayang biasanya tersimpan dan terawat dengan baik walaupun sudah tidak berfungsi. Perasaan kita bisa dikatakan sudah netral kalau tidak ada rasa keberatan memberikan hadiah itu kepada orang lain atau tidak sedih berlebihan saat hadiah itu hilang.

Nah, dari beberapa point di atas kita bisa mengukur perubahan perasaan kita pada seseorang. Hal ini juga untuk membuktikan bahwa perasaan itu adanya di qalbu, sesuatu yang bisa berbolak-balik.

Published by

Safrina Dewi

Sebutir pasir dalam lautanNya, yang berusaha memaknai hari untuk mencapai ridhoNya...

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s