A Thousand Years #openingday

Pagi, morning, isuk, enjing 🙂

Maunya nih, maunya membuka aktifitas Kamis cerah ini dengan ditemani A Thousand Years nya mbak Christina Perri yang sebagian liriknya adalah:

Time stands still
beauty in all she is
I will be brave
I will not let anything
Take away
What’s standing in front of me
Every breath,
Every hour has come to this

One step closer

Abaikan.  Bukan liriknya yang bikin kesengsem.  Saya sedang terbuai dengan iramanya.  Will you?

Advertisements

Ear Catching Song

Kalau pada mata ada eye catching, di kuping tentunya ada ear catching juga dooong #maksah.  Nah, sedang lahap-lahapnya menyantap hidangan ronde ke-3 di acara syukuran Akreditasi A Program Studi Pendidikan Dokter tempat saya bekerja, eh.. ada lagu ini.  Entah karena beat-nya yang rancak dan bersemangat membuat saya makin lapar, atau karena liriknya yang menggoda untuk didengar, jadilah hasrat saya tergerak untuk berbagi lagu ini dengan Anda.

Semoga ‘tertangkap’ juga (catched) 😀

Rainy Days and You (Still…)

Judulnya masih berkisar tentang hujan.  Ada melodi manis rekomendasi seseorang.  Dan terbukti setelah di-tes-kuping beneran manis — walaupun agak ngenes –, semanis lirik dalam lagu berikut:

“Yeah, the rain without you makes the blues…”

Note: Lagu yang diusung oleh Karimata di dalam album Jezz dan dirilis pada tahun 1991 ini vokalnya diisi oleh Phil Perry.

Selamat terbuaiiiii… 🙂

(penyiarnya makan dulu, dengerin lagu melo ternyata bikin laper)

Soulmate ala Kahitna

Lagu lama yang dirilis tahun 2006, tapi saya baru dengar pas nebeng mobil teman dalam perjalanan ke terminal Bungurasih.  Judulnya ‘Soulmate’ *iya tauuu*, tapi kok isinya sedih yak?  Soulmate itu bisa datang di saat yang tidak tepat dan tidak diundang pula *ini soulmate apa maling?* Haduuh, ternyata soulmate itu tidak selalu bersatu *sesenggukan*.  Apakah karena tidak bersatu jadi merasa seolah belahan jiwa a.k.a soulmate?  Tanyakan pada Yovie Widianto.

Ngutip dikit:

“Meskipun tak mungkin lagi tuk menjadi pasanganku, namun kuyakini cinta, kau kekasih hati…”

Galau Ver.2002

Saya tidak terlalu kenal dengan lagu ini, tapi bolehlah buat didengarkan.

Jadi, satu lagi boleh yaa 😀

Catatan sebelum baca: Komentar gak penting tertulis dalam mode italic.

BIMBANG (not BAMBANG 😦 )

Pertama kali aku tergugah
Dalam setiap kata yang kau ucap
Bila malam tlah datang
Terkadang ingin ku tulis semua perasaan

(Gilak ya, ternyata dari jaman dulu kala malam itu masa-masa kritis yang menggugah perasaan!)

Kata orang rindu itu indah
Namun bagiku ini menyiksa
Sejenak ku fikirkan untuk ku benci saja dirimu
Namun sulit ku membenci

(Saran: coba deh ganti mind-set, rindu itu kayak kripik pisang lumajang yang diiris sangat tipis dan kriuk.  Lumayan buat teman belajar malam hari)

Pejamkan mata bila kuingin bernafas lega
Dalam anganku aku berada disatu persimpangan jalan yang sulit kupilih

Ku peluk semua indah hidupku
Hikmah yang ku rasa sangat tulus
Ada dan tiada cinta bagiku tak mengapa namun ada yang hilang separuh
diriku

(Bimbang itu ragu kan? yang bahasa alaynya ‘galau’? Jadi, ini lagu galau versi 2002 :))