Don’t Give Up (by a-Linea8)

Kali ini boleh dong share video klip buatan sendiri 😀

(Don’t Give Up, video ini didedikasikan untuk dunia pendidikan Indonesia)

Sudah menyimak video klip di atas? Baiklah. Semoga otomatis klik gambar jempol keatas dan sapskreb, karena sapskreb itu gratis 👍😎

Sejujurnya saya bingung mau menulis sisi mananya:

  1. Lagunya
  2. Story boardnya, atau
  3. Pembuatan videonya

Akhirnya saya tulis semuanya saja ya, karena banyak kisah di balik pembuatan video ini, itupun sebagian besar sudah disensor 😉

Pertama, lagunya.

Lagu ini merupakan lagu ke-4 dari suami dkk. Tiga single pertama lirik dan lagunya ditulis oleh suami, sedangkan Don’t Give Up dibuat oleh mas Yusuf (beliau ini musisi asli, hanya saja saat ini nyambi jadi Camat di Kec. Salaman, Kab. Magelang). Semua vokalnya diisi mas Labbaika (yang punya sambilan jadi Camat Muntilan dan kadang-kadang terima order nyanyi di acara kawinan, eh…). Sementara suami dan mas Yusuf fokus di gitar akustik dan elektrik. Single pertama sampai ketiga silahkan disimak di channel mereka ya, buat nambah-nambah viewer, hehe…

Berikutnya tentang story boardnya.

Pada single ke-4, para siboekers ini ingin membuat video klip yang lebih seriyes, lebih bagus dan lebih pro. Begitu lagu selesai diaransemen oleh mas Adi, mulailah kita cari ide dan alur cerita yang pas untuk lagu ini. Pertama kali mendengar lagu ini saya langsung tahu bahwa lagu ini dibuat oleh mas Yusuf untuk mbak Niken, istrinya, karena kebetulan saya pernah terlibat chat panjang dengan mbak Niken. Tapi video yang bercerita tentang pasangan yang saling memberi semangat kan sudah terlalu umum. Akhirnya terbersit ide menampilkan tokoh ibu yang memberi semangat pada anaknya untuk menyelesaikan pendidikan dalam kondisi ekonomi yang pas-pasan. Harapannya, ceritanya akan lebih universal dan menyentuh. Maka mulailah saya susun storyboardnya untuk didiskusikan bersama a-Linea8, crew cameramen (mas Hafid dkk, yang nyambi jadi guru), dan para talent. Fyi, tokoh utama dalam video klip ini diperankan oleh dik Novi, yang pernah jadi Duta Wisata 3 Kab. Magelang. Sehingga otomatis membuat impian saya menjadi tokoh utama buyar sudah (mimpi yang ketinggian, hiks). Didalam alur cerita sengaja saya sisipkan tokoh dosen, dengan harapan saya terpilih jadi dosennya. Tapi apa mau dikata, lagi-lagi gagal casting, semua crew lebih setuju saya jadi emak berdaster, ibu dari tokoh utama. Yaah, apa boleh buat… nasib, kembali pada profesi asli. Walau demikian ada juga hikmahnya, suami membelikan daster tiga lembar untuk keperluan syuting video klip. Jadi, itu semua kostum yang dipakai emak adalah daster baru ya, belum sempat dicuci gara-gara waktu syuting maju sehari. Gara-gara maju sehari ini juga, beberapa talent gagal bergabung sehingga kami harus mencari talent dadakan. Diantaranya adalah mbak Yuli, dosen penguji 3, istrinya mas Labbaika. Untung semua rela iklas bersedia.

Terakhir tentang pembuatan video klipnya.

Memanfaatkan libur Pilkada, pengambilan gambar dimulai pada pukul 11, mundur 2 jam dari waktu yang direncanakan. Lokasi yang dipilih adalah rumah tokoh utama di daerah Kalinegoro, rental komputer, angkot kosong yang sedang lewat, kantor Kecamatan Borobudur, dan kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kab. Magelang. Sempat diwarnai insiden mati listrik saat akan mengambil adegan sidang skripsi, akhirnya seluruh pengambilan gambar selesai juga menjelang maghrib.

Akhirnya setelah 2 minggu menunggu, Alhamdulillah selesailah proyek video klip beneran ini. Terimakasih all a-Linea8 crews. Semoga banyak penikmat musik yang terhibur, sekaligus dapat mengambil pesan dari kisah yang disajikan. Buat kami, banyak sekali pengalaman dan pelajaran baru yang didapat selama pembuatan video ini. Inginnya sih bisa membuat karya yang lebih baik lagi untuk dunia musik Indonesia. Ternyata berkarya itu bikin keterusan ya 😃

A Thousand Years #openingday

Pagi, morning, isuk, enjing 🙂

Maunya nih, maunya membuka aktifitas Kamis cerah ini dengan ditemani A Thousand Years nya mbak Christina Perri yang sebagian liriknya adalah:

Time stands still
beauty in all she is
I will be brave
I will not let anything
Take away
What’s standing in front of me
Every breath,
Every hour has come to this

One step closer

Abaikan.  Bukan liriknya yang bikin kesengsem.  Saya sedang terbuai dengan iramanya.  Will you?

Ear Catching Song

Kalau pada mata ada eye catching, di kuping tentunya ada ear catching juga dooong #maksah.  Nah, sedang lahap-lahapnya menyantap hidangan ronde ke-3 di acara syukuran Akreditasi A Program Studi Pendidikan Dokter tempat saya bekerja, eh.. ada lagu ini.  Entah karena beat-nya yang rancak dan bersemangat membuat saya makin lapar, atau karena liriknya yang menggoda untuk didengar, jadilah hasrat saya tergerak untuk berbagi lagu ini dengan Anda.

Semoga ‘tertangkap’ juga (catched) 😀

Rainy Days and You (Still…)

Judulnya masih berkisar tentang hujan.  Ada melodi manis rekomendasi seseorang.  Dan terbukti setelah di-tes-kuping beneran manis — walaupun agak ngenes –, semanis lirik dalam lagu berikut:

“Yeah, the rain without you makes the blues…”

Note: Lagu yang diusung oleh Karimata di dalam album Jezz dan dirilis pada tahun 1991 ini vokalnya diisi oleh Phil Perry.

Selamat terbuaiiiii… 🙂

(penyiarnya makan dulu, dengerin lagu melo ternyata bikin laper)

Hujan, Cinta, Bahagia, dan Utopia

“Menutup episode ‘Hujan Nopember’, ada lagu manis dari Utopia yang kami sajikan untuk ruang dengar Anda.  Semoga kenangan hujan selalu datang bersama bahagia buat Anda yang sedang di perjalanan, menunggu seseorang, nongkrong dengan teman, pacar, maupun keluarga.  Dan yang sedang sakit, semoga cepat sembuh…” *udah persis penyiar radio belum?* 😛

Soulmate ala Kahitna

Lagu lama yang dirilis tahun 2006, tapi saya baru dengar pas nebeng mobil teman dalam perjalanan ke terminal Bungurasih.  Judulnya ‘Soulmate’ *iya tauuu*, tapi kok isinya sedih yak?  Soulmate itu bisa datang di saat yang tidak tepat dan tidak diundang pula *ini soulmate apa maling?* Haduuh, ternyata soulmate itu tidak selalu bersatu *sesenggukan*.  Apakah karena tidak bersatu jadi merasa seolah belahan jiwa a.k.a soulmate?  Tanyakan pada Yovie Widianto.

Ngutip dikit:

“Meskipun tak mungkin lagi tuk menjadi pasanganku, namun kuyakini cinta, kau kekasih hati…”

Galau Ver.2002

Saya tidak terlalu kenal dengan lagu ini, tapi bolehlah buat didengarkan.

Jadi, satu lagi boleh yaa 😀

Catatan sebelum baca: Komentar gak penting tertulis dalam mode italic.

BIMBANG (not BAMBANG 😦 )

Pertama kali aku tergugah
Dalam setiap kata yang kau ucap
Bila malam tlah datang
Terkadang ingin ku tulis semua perasaan

(Gilak ya, ternyata dari jaman dulu kala malam itu masa-masa kritis yang menggugah perasaan!)

Kata orang rindu itu indah
Namun bagiku ini menyiksa
Sejenak ku fikirkan untuk ku benci saja dirimu
Namun sulit ku membenci

(Saran: coba deh ganti mind-set, rindu itu kayak kripik pisang lumajang yang diiris sangat tipis dan kriuk.  Lumayan buat teman belajar malam hari)

Pejamkan mata bila kuingin bernafas lega
Dalam anganku aku berada disatu persimpangan jalan yang sulit kupilih

Ku peluk semua indah hidupku
Hikmah yang ku rasa sangat tulus
Ada dan tiada cinta bagiku tak mengapa namun ada yang hilang separuh
diriku

(Bimbang itu ragu kan? yang bahasa alaynya ‘galau’? Jadi, ini lagu galau versi 2002 :))

Featuring: Rio Febrian

Lagu patah hati jaman ibu saya, “Layu Sebelum Berkembang” yang dulu dipopulerkan oleh Tetty Kadi 🙂

Liriknya:

Hatiku hancur mengenang dikau
Berkeping-keping jadinya
Kini air mata jatuh bercucuran
Tiada lagi harapan

Tiada seindah waktu itu dunia berseri-seri
Malam bagai siang, seterang hatiku
Penuh harapan padamu

Kini hancur berderai, kesedihan berantai
Kuncup di hatiku yang lama kusimpan
Kini layu sebelum berkembang

Mengapa ini harus terjadi di tengah kebahagiaan
Ingin kurasakan lebih lama lagi
Hidup bersama denganmu wooo ooo

Tiada seindah waktu itu dunia berseri-seri
Malam bagai siang, seterang hatiku
Penuh harapan padamu

Kini hancur berderai, kesedihan berantai
Kuncup di hatiku yang lama kusimpan
Kini layu sebelum berkembang

Tiada seindah waktu itu dunia berseri-seri
Ku ingin rasakan lebih lama lagi
Hidup bersama denganmu
Ku ingin rasakan lebih lama lagi
Hidup bersama denganmu, denganmu.

(Dedicated to Fitrot)

Suara Hati Seorang Kekasih

Saya penyuka lagu-lagu Melly Goeslow.  Maka tidak sah rasanya kalau blog ini belum menampilkan lagunya dia.  Lagu-lagu Melly berlirik kuat dengan musikalisasinya yang berkarakter.  Permainan tempo dari alat musik solo yang ditampilkan memberi warna indah pada lagu.

Kali ini saya memilih ‘Suara Hati Seorang Kekasih’.  Melly menyanyikan lagu ini dalam konser ‘Glow’ dan diakhiri dengan ciuman buat suaminya.

Suara Hati Seorang Kekasih

[Melly Goeslow]

Hanya namamu, di hatiku,
jiwa dan raga, tak ‘kan berdusta
Namun terkadang cinta terusik, benci, sesaat

[#:]
Seribu musim, tak ‘kan bisa,
menghibur hati, yang penuh marah
Entah mengapa berpisah saat mulai, menjalin

[Reff:]
Suara hati seorang kekasih,
bagai nyanyian surgawi,
tak ‘kan berdusta,
walau ketamakan
merajai diri yang penuh emosi,
jauh, didasar hatiku,
tetap ku mau,
kau sebagai, kasihku

[Interlude]

[#]

[Reff]

Melly Goeslaw
Melly Goeslaw

Resensi: Cinta Tak Mungkin Berakhir

Tangga - Cinta Tak Mungkin Berakhir
Tangga – Cinta Tak Mungkin Berakhir

Kali ini saya akan meresensi lirik lagu. Lirik yang beruntung saya pilih untuk diresensi adalah hitsnya Tangga, Cinta Tak Mungkin Berakhir. Alasan kenapa saya pilih lagu ini adalah:
1. Pas lagi mau aja. Jarang-jarang nonton tivi, sekalinya nonton pagi-pagi sambil sarapan ketan ada lagu manis yang musiknya juga enak, jadi lengket deh… *garagaraketan.
2. Video clip-nya lucu. Bukan karena ada Sule (eh, emang Sule lucu?), tapi karena adegan antara model dan bayangannya beda karena di take terpisah.
3. Penasaran, apa yang membuat cinta tak mungkin berakhir.

Kita mulai ya…

Cinta Tak Mungkin Berakhir

Tak ada kisah tentang cinta, yang terhindar dari air mata
No doubt. Kisah cinta hampir selalu berkorelasi dengan air mata. Walaupun disini pengarang dengan yakinnya mengganggap 100% terbukti tanpa galat. Air mata ini bisa air mata sedih (kecewa, sakit hati) dan bahagia. Pernah kan, nangis saking bahagianya.

Namun kucoba menerima, hatiku terbuka, siap untuk terluka
Rasanya semua orang tahu bahwa cinta itu akhir kisahnya ada dua. Berakhir bahagia atau sedih. Nah, disini rupanya si pelaku sudah tahu kalo cintanya bakal berakhir duka. Tapi dia tetap menerima dan siap terluka. Cinta itu hebat ya.. bikin orang nekat…

Cinta tak mungkin berhenti, secepat saat aku jatuh hati
Jatuhkan hatiku kepadamu, sehingga hidupku pun berarti
Proses jatuh memang lebih cepat daripada sembuhnya luka. Apalagi kalau lukanya dalam dan meninggalkan tanda parut. Rasanya jejasnya tidak mungkin hilang. Luka bisa sembuh, tapi memandang bekas luka akan membangkitkan kenangan.

"Jatuhkan hatiku kepadamu, sehingga hidupku pun berarti."  Mending kalau endingnya begini, hehe...
“Jatuhkan hatiku kepadamu, sehingga hidupku pun berarti.”
Mending kalau endingnya begini, hehe…

Cinta tak mudah berganti, tak mudah berganti jadi benci
Walau kini aku harus pergi tuk sembuhkan hati
Ini senada dengan lirik sebelumnya. Tidak mudah putar balik. Makanya ada lagu “Stuck on You”. Walaupun harus pergi tetap saja dikuntit cinta. Yang mudah berhenti dan berganti mungkin cintanya abal-abal.

Walau seharusnya bisa saja dulu aku menghindar dari pahitnya cinta
Namun ku pilih begini, biar ku terima sakit demi jalani cinta
Ini akibat mantra cinta tadi, sudah tau bisa menghindar, tapi tetep saja dijalani. Ajaib ya…

Cinta tak mudah berganti, tak mudah berganti jadi benci
Walau kini aku harus pergi tuk sembuhkan hati
Hanya kamu yang bisa, bisa membuatku rela
Rela menangis karenamu, rela ku rela
Biar ku pergi sembuhkan hati..
Nah, kalau baris yang ini mengingatkan saya pada lagu dangdut, rela rela rela aaaaku relaaaa, lupa yang nyanyi siapa.

Jadi dari lirik tadi dapat disimpulkan bahwa, cinta itu bikin nangis dan seperti mantra, bagi yang sudah tahu ujungnya bakal tidak enak tetap saja nekat menjalaninya. Tapi dari itu semua, cinta itu adalah kerelaan, rela itu ikhlas. Tidak mengharap balasan apalagi mengharap kembalian (apalagi kalo cuma recehan, bakal rela serela-relanya). Rela sakit, rela menangis, rela memberi… 😉

Tepi Campuhan #SLANK

Kulepas mata memandang
Sawah hijau membentang
Dua ekor anjing berkejar-kejaran
Menyusuri pematang… tepi Campuhan

Kulepas otak melayang
Ikuti semua kenyataan
Dua burung putih turun ke ladang
Mengganggu mimpi-mimpiku

Tepi Campuhan aku sendiri
Menahan hening redup senja ini
Tepi Campuhan aku menyepi
Menahan dingin kabut senja ini
Di sini aku sendiri
Di siniku saat ini nikmati sepi

Hujan turun tak juga berhenti
Halangi sunset yang kunanti
Sepasang capung menginjakkan kaki di kali
Lalu terbang dan hinggap di bunga

Sembunyi diriku dalam pelukan alam
Hindari semua kenyataan
Menggigil tubuhku sadari alam
Di sini aku kecil dan tak berarti

*) dedicated to Tanti and Howie 🙂

Sebuah Lagu: “Bawalah Daku”

Tiba-tiba singgah di ingatanku, desau daun pepohonan penghuni pantai yang lalu membawaku pada lirik sebuah lagu manis di awal ’90-an:

“Pantai telah sepi
tinggallah kutegak sendiri
Ombak kecil membuih
di jemari kakiku oh…

Di hati kecilku
t’lah kurasakan kekagumanku
Padamu yang jauh oh…
Telah ku rasa satu nuansa kalbu
T’lah kau hadirkan
damai dan haru

….”

Lirik yang sederhana, tapi entah menjadikan aku tersentuh seketika… lagu ini sempat menjadi bagian dari kompilasi di dalam album “Blue Sixteen”.  Masa-masa yang manissss… ^_^

Lagunya cantik semi jazzy, dinyanyikan secara duet oleh jagoan festival Harvey Malaiholo dan Fairuz Hussein.  Diaransemen dan diproduseri Elfa Secioria (alm) pada tahun 1989.  Versi YouTube dengan covernya ini didapat dari album Fairuz Hussein’s Pilihan Terbaik’ yang dirilis tahun 1990.  Enjoy it…