Beberapa Penyebab ‘Khilaf’ Saat Belanja

Melanjutkan tulisan sebelumnya, berikut beberapa hal yang menyebabkan belanja barang-barang ‘tak terduga’.

  1. Melihat-lihat. Ya, awalnya dari melihat, kemudian teringat kalau memang perlu atau hanya sekedar pengen punya.
  2. Punya kartu debet/kredit. Godaan terbesar adalah ‘perasaan punya uang’. Entah itu dengan didebet dari rekening atau hutang dengan kartu kredit. Untuk membatasi keinginan belanja ‘lain-lain’ mungkin perlu dibiasakan belanja pakai uang beneran (baca: cash).
  3. Mumpung ada waktu. Ini akibat manajemen waktu yang tidak rapi, hehehe… Awalnya merasa ada waktu, tau-tau sudah 3 jam ngider di toko itu.
  4. Pakai troli.  Ini memang salah satu strategi pengelola toko agar kita merasa ‘harus’ menambah barang belanjaan.  Troli besar yang kelihatan ‘kosong’ seolah memohon agar diisi.  Jadi, ambil saja keranjang atau wadah yang lebih kecil.  Dengan keranjang, tambahan barang akan membuat kita merasa berat dan enggan nambah belanjaan lagi.
  5. Parkirnya mahal, jadi rugi kalau belanjanya tidak sekalian banyak. Misalnya, ndak lucu aja kalau parkir 5.000 belanja hanya 1.000.  Kalau ini sih  lebih baik belanja di warung, bebas parkir.
  6. Ada diskon. Mungkin perlu menghindari berkunjung ke toko saat bulan-bulan penuh diskon. Kecuali memang harus belanja, dan mesti mentaati daftar belanja yang sudah dibuat.
  7. Tidak membawa catatan belanja. Sebetulnya ini kesalahan paling fatal saat belanja. Karena kita bisa lupa apa saja yang harus dibeli dan berakhir pada membeli barang yang tidak terlalu dibutuhkan.

Kadang kekhilafan seperti ini baru disadari saat di depan kasir. Tapi tidak usah khawatir, di kasir, sebelum membayar kita masih bisa menyortir barang belanjaan kita kok. Beberapa barang yang sebelumnya kelihatan perlu, setelah disadari harus dibayar, jadi terasa tidak perlu lagi.

“Yang ini ndak jadi mbak/mas, saya khilaf.” Hehehe…

Troli kosong nan menggoda ;)
Troli kosong nan menggoda 😉

Jogja on The Spot

Kali ini kita akan jalan-jalan ke beberapa tempat belanja di Jogja. Tujuan kita tentu saja Malioboro dan sekitarnya. Ke Jogja tanpa mampir Malioboro bagaikan tidur tanpa guling, wajib ‘ain (buat saya sih, hehe…). Di sana kita akan njujug Pasar Beringharjo, pusat jajanan Bakpia Pathok, dan Mirota Batik.  Jangan salah ya, di dekat kampus UGM juga ada Mirota, tapi namanya Mirota Kampus *pengalamannyasar 😦

Suasana di dalam shelter Trans Jogja *serbasantai
Suasana di dalam shelter Trans Jogja *serbasantai

Berangkat dari shelter bus UGM di depan RSUP Dr.Sardjito, kami menumpang bis Trans Jogja nomer 2B turun di shelter Malioboro 3 persis di dekat pasar Beringharjo. Dengan menumpang Trans Jogja ini , hanya dengan tiga ribu rupiah kita bisa puas jalan-jalan keliling Jogja. Asalkan tidak keluar dari shelter, kita bisa bebas pindah jalur bis. Pintu masuk shelter dijaga 1-2 orang petugas, satu orang sebagai kasir, yang lain bagian menggesek kartu elektronik untuk membuka portal yang biasanya dilakukan sendiri oleh penumpang Trans Jakarta.

Mbak Kenek, eh, mbak Pramuwisata di bis Trans Jakarta :)
Mbak Kenek, eh, mbak Pramuwisata di bis Trans Jogja 🙂

Di dalam bis ada petugas lain yang akan memberitahu penumpang setiap kita akan sampai di tiap shelter. Di tiap shelter saudara-saudara! Redaksionalnya nyaris sama dan selalu mengikuti kaidah Bahasa Indonesia yang baik dan benar! Tugas yang biasanya dilakukan oleh mesin perekam suara di moda transportasi umum negara-negara maju.  Contoh kalimatnya seperti ini ,”Sebentar lagi kita akan sampai di shelter Tugu, siapa yang akan turun di shelter Tugu silahkan siap-siap turun. Dan bagi yang akan melanjutkan perjalanan ke A, B, C (disebutkan) dapat pindah jalur dari sini.” Lalu ,”Jangan tinggalkan barang bawaan Anda, hati-hati, selamat jalan.”  Fungsinya seperti kenek, tapi berpakaian rapi, wangi, sopan, dan intelek karena informatif dan pakai EYD.

Running text ini seperti GPS, menginformasikan lokasi bis saat itu.
Running text ini seperti GPS, menginformasikan lokasi bis saat itu.

Padahal di dalam bis juga tersedia running text yang menjelaskan lokasi bis sepanjang perjalanan, semacam GPS gitu. Mungkin karena kultur dilayani atau dianggap masih banyak yang buta huruf? Entahlah.

"Yang ini kualitas nomer satu mbak, kalau luntur tambah bagus," Pramuniaga toko Soenardi, Psr. Beringharjo.
“Yang ini kualitas nomer satu mbak, kalau luntur tambah bagus,” Pramuniaga toko Soenardi, Psr. Beringharjo.

Pukul 14.30 pasar masih ramai. Di selasar depan berbagai macam barang jualan digelar. Mulai pakaian, mainan, buah, makanan kering, hingga warung yang menjual gudeg, pecel, sampai kelelawar panggang/goreng. Melipir ke dalam jualannya didominasi produk fashion. Seorang teman menyarankan njujug Batik Soenardi, lorong ketiga di kiri lorong utama.  Selain harga pas (bagi yang tidak suka bargaining challenge), model dan kualitasnya sudah pilihan. Tapi kalau mau murah dan – menurut saya – juga bagus dengan model standar, belanja saja di lapak-lapak sepanjang jalan utama.

Pembatik, sebetulnya pura-pura saja sih, hehe... di salah satu sudut Mirota lt.1.
Pembatik, sebetulnya pura-pura saja sih, hehe… di salah satu sudut Mirota lt.1.

Pukul 16.00 pasar tutup. Kami beralih ke sentra jajanan bakpia pathok yang dapat dijangkau dengan naik becak 5000 rupiah. Setelah melewati gang dan jalan-jalan sempit becak berhenti di depan toko bakpia pathok “73”. Jadi ingat tape Bondowoso yang penamaannya sesuai dengan nomor toko. Dari sini kami ke Mirota menumpang becak yang sama. Mirota ini cocok bagi yang ingin menghirup lebih dalam atmosfer budaya Jawa dan belanja barang-barang etnik. Banyak yang bisa diceritakan tentang Mirota, tapi malas ngetiknya, hehe… Lebih lengkap tentang Mirota bisa dibaca disini.

Kami kembali ke hotel di Kaliurang dari shelter tempat kami turun tadi. Dari sana menumpang Trans Jogja jalur 3A sampai shelter Ngabean dan dilanjutkan jalur 3B sampai kaliurang turun di tempat pemberhentian dekat hotel Vidi. Memang tidak boleh berhenti sembarangan sih. Selain karena sudah peraturan, pintu bis tidak ada undakannya, tinggi banget. Rute jalan-jalan murah naik Trans Jogja bisa dilihat disini.  Sedikit tambahan, Trans Jogja beroperasi mulai pukul 6.00 sampai 22.00.  Ok, selamat jalan-jalan 😀