Sepenggal Diorama

Kucari dirimu di sudut-sudut langit. Diantara awan yang bersandar pada cakrawala, yang birunya diam-diam menyimpan rahasia. Tapi, rentangnya luruh enggan menoleh padaku. Mentari pun membarikade pandang dengan berkasnya yang menyilaukan.

“Pergilah”, katamu, “Jangan usik hidupku. Aku ingin menyesap sendiri titik-titik hujan yang tertinggal di awan. Disana bahagiaku”.

Aku bergeming beku, belajar menta’wil setiap katamu.

Ternyata, langit bukan lagi langit kita dan sepi kembali menelisik mimpi.

Nisbi

Pernahkah kamu,
merasa dekat dengan seseorang
sekaligus begitu jauh
seperti masa yang nisbi

Yang diantaramu
ada tembok tak teruntuhkan
oleh apa pun energi di muka bumi
hingga kau kubur saja rindu dan mimpi
dan kau biarkan masa berlalu
sambil menghibur diri

Bahwa seperti juga yang lain
nanti semua akan pergi
dan kehilangan arti

Nyanyi Sunyi

Saat arak-arakan awan memeluk bulan,

tabir malam turun menyelimuti penatmu…
embun dini hari menjadi penawar resahmu…

… dan gugusan bintang menjadi pelita mimpimu

satu hari sudah terlewati,
esok kan dijelang bersama doa dan harapan baru…

Selamat tidur Cinta, dalam lindungan Allah dan malaikatNya hingga terjaga…

-titan asri 00.00-

The picture copied from: http://images2.layoutsparks.com/1/88964/moon-13-sky-night.jpg