What Time Can’t Solve?

“As time goes on, you’ll understand.  What lasts, lasts; what doesn’t, doesn’t.  Time solves most things.  And what time can’t solve, you have to solve yourself.”  (Haruki Murakami)

Nakata and Mimi, Kafka on the shore.
Nakata and Mimi, Kafka on the shore.

Apa sih yang tidak bisa dilakukan oleh waktu? Bahkan kematian pun menunggu waktu. Ternyata ada yang tidak bisa diatasi oleh waktu, yaitu ketidaksabaran.  Terburu-buru itu katanya sudah tabiat manusia.  Tapi sungguh, waktu pun menyerah untuk yang satu ini.  Maka, bersabarlah 🙂

Relativitas

Ini namanya seminggu rasa setahun,
Tak perlu terbang ke ujung galaksi untuk mengalaminya,

Waktu berjalan melambat,
Jarum jam berdetak malas,
Hari enggan berganti,
Dan bumi kelabu,

Seperti ini sendu,
Tak mengerti aku ingin bergegas,
Agar segera esok, berganti bulan dan tahun,
Seperti membalik buku cepat-cepat,
karena tak mampu mengeja kesunyian di dalamnya,
Lalu tiba di halaman terakhir,
Saat nanti sudah tidak ada lagi kamu,
Dan rasa yang menjeratku…

http://www.quotesthoughts.com/wp-content/uploads/2013/07/love-funny-quotes-thoughts-albert-einstein-best-nice-great.jpg
http://www.quotesthoughts.com/wp-content/uploads/2013/07/love-funny-quotes-thoughts-albert-einstein-best-nice-great.jpg

Menunggu Jawaban

Pernahkah kamu, merasa tidak tahu harus berbuat apa hanya karena menunggu kabar dari seseorang. Tanpa punya kuasa untuk mendesak mendapat jawaban segera. Jawaban yang menentukan, langkah apa yang kita ambil selanjutnya.

Beberapa saat lalu saya menunggu satu atau sebaris kata dari layar handphone. Berawal dari beberapa hari sebelumnya saya mengirim pesan, bertanya kabar pada seseorang. Dan belum dijawab hingga saya kirimkan pertanyaan kedua, yang kurang lebih sama isinya dengan yang pertama. Waktu berlalu dan dengan serba salah saya kirimkan pesan ketiga. Bukan lagi pertanyaan, karena mungkin dia tidak berkenan dengan isinya. Ini tidak biasa. Biasanya pesan saya segera direspon. Atau kalaupun terlambat tidak separah ini. Akibatnya, pesan-pesan saya seperti meninggalkan perasaan chaos seperti negara yang baru saja dikudeta. Bingung mau apa. Pesan keempat menyusul dalam hitungan menit. Saya menghindari kalimat “Pesanku tadi kok tidak dijawab?”. Saya tidak ingin menjelma menjadi penuntut karena kami berjanji untuk tidak saling menjadi beban dan berusaha memaklumi berbagai kemungkinan yang terjadi. Tapi akhirnya dengan tidak sabar, pesan kelima pun terkirim, dengan tekad bahwa ini pesan terakhir, kecuali dia menjawabnya.

Lalu waktu berjalan meninggalkan sunyi menggantung di langit-langit…

Sebetulnya hal yang sangat mengganggu adalah, tiap kali saya membuka layar handphone, namanya selalu muncul di deretan pesan yang belum terjawab. Notifikasi yang terkirim menunjukkan bahwa pesan telah sampai dan terbaca. “Kamu kenapa? Katakan saja apa inginmu”. Saya tidak pandai menujum pikiran. Itu juga yang selalu dia sampaikan kepada saya. Tidak enak rasanya menunggu dengan benak penuh tanya. Berkirim pesan dan lama tidak dijawab kadang saya alami juga saat berkomunikasi dengan pimpinan atau pembimbing. Untuk itu saya bisa bersabar, bahkan kadang sampai lupa bahwa pesan saya belum dijawab. Tetapi ini berbeda, belenggu rasa ingin tahu tentang keadaannya membuat saya setia menghitung detik menunggu jawaban. Akhirnya sampai pada rasa itu. Lelah diburu tanya bahkan curiga, saya pilih ‘delete conversation’ pada namanya dari deretan pesan di handphone. Saya lelah berharap.

*nungguuu....*
*nungguuu….*

Waktu

Aku bertanya pada matahari
tentang hari itu,
saat kerling nakalmu menggelitik hatiku
mengajak capung dan kupu-kupu menari di sekitarku
menumbuhkan benih cinta yang kemudian tersimpan
dan menunggu waktu…

Lalu aku bertanya pada waktu
tentang hal yang tertunda,
dan waktu memintaku untuk tak lagi menunggu
menyampaikannya padamu,

Selarik bait masa lalu
yang terangkai menjadi kidung rindu…

il_fullxfull.356963315_gxu1

(Picture was copied from http://img3.etsystatic.com/003/2/6500595/il_fullxfull.356963315_gxu1.jpg)