Aksioma

Katamu:

“Ini saat yang tidak tepat untuk terhubung denganmu,”

Saat ingin kuadukan penat yang lekat
Dan kubagi cerita bersahaja tentang petani tua
Sebaiknya kusudahi sebelum awan menggelap
Sebelum angin menerbangkan kita.

“Ini saat yang tidak tepat untuk menemuimu,”

Saat kata menjadi lebih dari sekedar makna
Dan ingin kuhirup seluruh jiwamu lebur
Maka tidak ada pertemuan itu
Sebelum diriku labuh padamu.

“Karena aku tidak bisa menjadi biasa,”

Rindu akan menikam makin dalam
Mencabik lebih perih dan getir
Atau ombak di nadiku menyeretmu kuat

Maka diamlah,
Sebentar lagi semua akan menjadi jarak dan mimpi
Selembar masa lalu yang lusuh
Yang dikenang dalam sebuah sajak usang.

Kataku:

“Aku tidak sedang menunggumu,
tidak juga mengharap pertemuan.”

Aku hanya sedang mendustai diriku
Yang menggigil menggenggam rindu
Dan resah menganyam gelisah
Lalu diam kelu membeku…

(Titan, 8.08 am)

Advertisements

2 thoughts on “Aksioma

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s