Manusia Yang Merasa Suci

Belakangan ini saya menjumpai begitu banyak orang yang dengan mudah menghujat kesana kemari hingga menyebarkan fitnah atas nama berbagai macam kepentingan. Paling heboh munculnya para haters pada jaman kampanye pilpres sampai dengan — yang baru saja saya baca — netizen yang mencibir Laudya Cynthya Bella. Mereka ini, alih-alih ikut memajukan bangsa dan orang lain, sifat destruktiflah yang dipelihara.
Apakah mereka itu tidak tahu? Atau terlalu frustasi dengan dirinya sendiri?

Hingga saya menemukan artikel yg ditulis untuk REPUBLIKA.CO.ID oleh Dedi Efendi.

MANUSIA SOK SUCI

“Janganlah kamu mengatakan dirimu suci. Dialah yang paling mengetahui tentang orang yang bertakwa” (QS an-Najm [53]: 32).
Janganlah kalian menganggap diri kalian suci dan bersih kerena hakikat diri kalian berada dalam ilmu Allah SWT. Janganlah kalian memuji-muji keunggulan kalian sebab mata manusia tidaklah buta.

Sungguh, tidak ada manusia yang lebih bodoh dibandingkan dengan manusia yang menganggap dirinya bersih dan suci. Tidak ada manusia yang lebih pandai dibandingkan dengan manusia yang menceritakan kebaikan dan kemuliaan dirinya.

Dan, tidak ada manusia yang lebih dungu dibandingkan dengan manusia yang menganggap dirinya tidak pernah salah. Kira-kira demikianlah penjabaran dari pesan Allah SWT pada ayat di atas.

Jika direnungkan, apa yang dimiliki oleh manusia hingga ia layak merasa bangga? Bukankah manusia selalu berada dalam curahan nikmat Allah SWT yang tidak akan mampu ia syukuri?
Bukankah ia memiliki dosa-dosa yang belum tentu diampuni? Bukankah ia memiliki rahasia yang memalukan yang belum terbongkar? Bukankah ia masih memiliki dosa-dosa yang masih ditutupi oleh Allah SWT?

Orang-orang yang bersikap demikian (mengaku diri sok bersih dan suci) tidak sadar dengan hakikat dirinya. Bukankah Allah SWT telah menerima dengan baik amal ibadahnya yang hanya sedikit, kemudian mengampuni dosanya yang sangat besar?

Bukankah yang telah memberikan taufik kepadanya hingga ia mampu berpaling dari jalan yang salah adalah Allah SWT? Bukankah Allah telah menutupi kesalahan dan mengampuni dosanya?

Dengan demikian, layakkah manusia memamerkan serta mengaku-ngaku bersih dan suci di hadapan Allah SWT? Sesungguhnya Allah SWT Maha Mengetahui keadaan hamba-hamba-Nya. Sungguh tidak layak jika seseorang yang mengaku sebagai manusia yang bersih dan suci.

Pola pikir yang salah dan keinginan yang buruk telah mengilhami iblis untuk berkata kepada Allah SWT, “Aku lebih baik daripadanya karena Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah” (QS Shaad [38]: 76).

Sifat sombong telah menyebabkan iblis menjadi makhluk terkutuk sepanjang masa. Bila manusia merasa diri sok suci dan paling bersih maka apa bedanya dia dengan perilaku iblis? Jangan sampai dia ikut terkutuk karenanya.

Sifat Firaun yang merasa dirinya kuat dan mulia telah mendorongnya untuk berkata, “Bukankah kerajaan Mesir ini kepunyaanku?” (QS az-Zukhruuf [43] : 51).

Allah SWT lalu menghinakan Firaun. Qarun juga merasa dirinya bersih, kuat, dan mulia sehingga dia berkata, “Sesungguhnya aku diberi harta itu karena ilmu yang ada padaku” (QS al Qashash [28] : 78).

Dengan demikian, tidakkah manusia berusaha mengekang diri dan berhenti dari sikap demikian, kemudian menyerahkan penilaian tersebut kepada Allah SWT? Mengapa manusia masih saja menggunakan lisannya untuk menggambarkan dirinya kepada orang lain?
Padahal, sikap dan perilaku sudah cukup memberikan gambaran tentang dirinya yang sebenarnya. Karena manusia dipandang bukan dari bualan tentang kebaikan dirinya, tetapi dari sikap, perilaku akhlak,dan amalannya.

(http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/hikmah/13/11/20/mwjmhq-manusia-sok-suci)

Advertisements

4 thoughts on “Manusia Yang Merasa Suci

  1. Berdasarkan teori psikologi, mereka itu termasuk golongan dgn kepribadian emosional, ciri2nya sbb : merasa diri paling benar dan org lain yg salah, apriori, subjektif dan tdk faktual / irrasional. Dan berdasarkan proses pembentukan kepribadian, maka para haters mencerminkan pengalaman mereka sendiri yg selalu penuh kebencian akan berbagai hal, selain memang sudah pembawaannya begitu.

    • Wow, ini komen paling ilmiyah (pakai ‘y’) dari kamu 😛

      Pantes saja, dekat-dekat haters auranya selalu negatif. Yang semacam Jonru-jonru itu. Aku rasa mereka orang yang sudah terlalu frustasi dengan hidupnya dan ajak2 menderita karena tidak suka melihat orang lain bahagia. Indikasi lain dari sikap egois yang lahir dari perasaan tidak mampu. Jadi cenderung menciptakan kutub yang berbeda dengan orang lain.

  2. Jujur, saya agak ‘risih’ dengan istilah ‘sok’ disini. Tulisan ini tidak bermaksud untuk merendahkan sikap tersebut. Murni untuk diri saya agar tidak menjadi Jonru baru.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s