Eating, tracking, and photographing: Part 2

Kantor Kecamatan Borobudur, Galeri UNESCO, Punthuk Mongkrong

Fun Bike, Kantor Kecamatan Borobudur – Galeri UNESCO

Tiba di halaman Kantor Kecamatan Borobudur menjelang pukul delapan.  Saat staf kecamatan mempersiapkan apel pagi.  Bedanya kali ini apel pagi diwarnai kunjungan rekan-rekan BoSoLo.  Saat kami sidak ke ruang Pak Camat  ternyata ruangnya kosong, serta merta rekan-rekan memanfaatkan meja camat untuk berfoto ria (aduh, ini sih kebiasaan yang agak memalukan).  Saat kami ramai bercanda di sana tiba-tiba camatnya datang dan malah mempersilahkan melanjutkan foto-foto.  Ya iyalah, camatnya kan bagian dari BoSoLo.  Pemandangan lain yang berbeda adalah barisan sepeda onthel di halaman kantor.  Rupanya setelah jamuan sarapan di kantor, kami akan menuju Galeri UNESCO di desa Karanganyar dengan bersepeda.

Barisan sepeda onthel sudah siap.
Barisan sepeda onthel sudah siap.
Bikin KTP dulu #eh
Bikin KTP dulu #eh
Obsesi? :D
Pendudukan ruang kepala kantor 😀

Sarapan kali ini tidak kalah istimewa.  Makanan pembuka berupa gebleg dan bajingan lumayan menjadi pengganti kalori yang terbakar saat naik ke bukit Rhema tadi.  Bajingan adalah singkong rebus yang disiram gula nira.  Singkongnya yang empuk berpadu dengan rasa legit manis.  Sedangkan gebleg adalah gorengan yang terbuat dari sari pati singkong.  Teksturnya kenyal, rasanya gurih, dan cocok dimakan saat masih panas, apalagi dicelupin bumbu rujak manis, hmm.  Belum lagi sajian utama berupa gudeg komplit buatan bu Yani, salah seorang staf kecamatan yang benar-benar memanjakan lidah kami.  Disini bergabung seorang teman dari Malang yang mengajak serta keluarganya.

Kunjungan kerja, nampang dulu di depan kantor :D
Kunjungan kerja, nampang dulu di depan kantor Kecamatan Borobudur 😀
Udah geblek, bajingan pula :D
Udah geblek, bajingan pula. Dua makanan khas dari bahan dasar singkong bersanding 😀
Gudeg komplit ala bu Yani #yummy
Gudeg komplit ala bu Yani #yummy

Setelah kenyang sarapan kami menuju halaman kantor dan mencoba sepeda onthel, berputar-putar dan berfoto sebentar serta berpamitan dengan para staf kecamatan.  Akhirnya pukul 08.40 kami beriringan menuju desa Karanganyar.  Setelah melewati jalan desa yang lebih banyak tanjakannya daripada turunannya di tengah perjalanan kami tiba di hotel Plataran Borobodur Resort.  Bukan untuk masuk sih, tapi numpang foto-foto sebentar di halamannya sambil menunggu kawan-kawan yang tertinggal di belakang untuk kemudian melanjutkan perjalanan.  Sepeda onthelnya sip, mantap, dan kuat diajak nanjak walaupun dua orang teman sempat jatuh karena sudah lama tidak bersepeda.  Seorang teman malah mengaku terakhir naik sepeda saat SMA, nah lo.  Jangan-jangan tuan rumah lupa kalau kami sudah umur empat puluhan, hehe.

Baris dulu sebelum pemberangkatan.
Baris dulu sebelum pemberangkatan.
Ngepost sebentar di halaman Plataran Borobudur resort.
Ngepost sebentar di halaman Plataran Borobudur resort.
Tidak lupa poto-poto yaa...
Jangan lupa poto-poto yaa… 😀

Akhirnya setelah bersepeda kurang lebih 5km, pada pukul 09.40 kami tiba di Galeri UNESCO.  Dari teras galeri kami bisa melihat puncak Borobudur dari kejauhan.   Angin semilir dan aroma pesawahan yang sejuk menimbulkan kantuk setelah lelah bersepeda.  Sebelum ketiduran kami disuguhi lumpia buatan tuan rumah dengan racikan resep asli khas lumpia Semarang.  Rebung dan ikan pihinya khusus dibeli di pasar pecinan Semarang.

Welcome to Galeri UNESCO
Welcome to Galeri UNESCO
IMG_20160903_100126
Galeri Komunitas UNESCO
Ngisis dulu di teras galeri.
Ngisis dulu di teras galeri.

 

Galeri UNESCO ini dibangun untuk memfasilitasi dan mengembangkan potensi desa-desa di sekitar candi Borobudur.  Salah satu programnya adalah mengenalkan wisatawan pada keindahan alam serta beragam potensi indutri kreatif di desa-desa sekitar Candi Borobudur.  Wisatawan yang mengikuti program ini akan diajak berkunjung ke lokasi-lokasi industri rumah tangga, yang khusus mendapat pendampingan dari UNESCO. Di galeri ini juga terdapat bangunan untuk pelatihan pembuatan selai buah dan keramik glasir.  Sayangnya pada saat kami datang sedang tidak ada kegiatan pelatihan disana.

Galeri Keramik
Galeri Keramik
img-20160919-wa0049-1
Narsis bareng dulu sebelum pamit 😀

Di Ketinggian Punthuk Mongkrong

Perjalanan selanjutnya ditempuh dengan mengendarai mobil.  Dengan menumpang empat kendaraan kami menuju desa Giritengah tempat punthuk mongkrong berada.  Jalanan yang selalu menanjak memaksa gear kendaraan selalu berada di posisi satu.  Selain tanjakan, kondisi jalan juga sangat sempit walaupun sudah dibeton.  Rasanya tidak mungkin cukup berpapasan dengan kendaraan lain sehingga perlu pengaturan kendaraan naik dan turun.  Saya yang duduk di bangku kiri jadi sport jantung karena sisi kiri menganga jurang lebar.  “Huhuhu… rujak cingur masih enak…”.  Setelah kurang lebih 40 menit menyisiri pebukitan curam yang penuh kelokan tajam dan nyaris kehabisan bensin di tengah jalan, kami tiba di tujuan dengan disambut remaja karang taruna pengelola kawasan wisata tersebut.  Jangan senang dulu, kurang afdhol rasanya mencapai keberhasilan tanpa perjuangan.  Setiba disana kami masih harus berjalan kaki dengan (pasti) menanjak selama kurang lebih 15 menit.  Sepanjang jalan kami berjumpa dengan aroma bunga cengkeh yang sedang dijemur dan keramahtamahan penduduk desa.  Sampai di puncak ternyata kedatangan rombongan disambut tari-tarian dan gamelan.  Sambutan yang luar biasa ya, bayangkan bagaimana mereka bersusah payah membawa seperangkat gamelan ke puncak.  Selain itu kami juga disuguhi panganan berupa tetel, tempe bacem, tempe koro yang manis dan ubi goreng.

IMG_20160903_104444
Kawasan wisata alam dan sunrise Punthuk Mongkrong
IMG_20160903_104455
Hayoo, ada yang paham maksud papan peringatan ini ndak? 😀
IMG_20160903_104906
Menjemur cengkeh.
IMG_20160903_105810
Betul sekali ini, susah payah mendaki jangan sampai gagal selfie karena momennya tidak terulang lagi 🙂
IMG_20160903_105923
Adik-adik penari yang siap menghibur kami.

Saat ini Punthuk Mongkrong merupakan puncak paling tinggi diantara wisata perbukitan di sekitar Borobudur.  Areanya sempit dan langsung dikelilingi jurang.  Dari ketinggiannya kami bisa melihat Candi Borobudur yang lebih mirip susunan lego berwarna hitam.  Dari sana kami juga bisa melihat Punthuk Sukomojoyo dibawahnya yang ditandai dengan kibaran bendera merah putih.  Tempat berfoto yang ikonik disini adalah rumah pohon dan jembatan bambu di tebing jurang dengan latar belakang Gunung Merbabu dan Merapi jika cuaca bagus.  Jembatan segitiga yang dibangun di tebing tersebut maksimal hanya dapat menahan beban dua orang dewasa.  Pemandangannya sangat cocok untuk berfoto pada saat matahari terbit dan tenggelam.  Pengelola juga menyediakan papan bertuliskan Mongkrong yang bisa dibawa berfoto.  Selain itu disana juga terdapat sebuah situs pangruwatan diyu berupa empat batu persegi yang disusun ke atas.

IMG_20160903_110905
Di ketinggian.
IMG_20160903_111731
Situs pangruwatan diyu.
IMG_20160903_112615
Bacem, tetel, gorengan, dan keramahan penduduk desa.
IMG_20160903_112131
Turunan tajam saat berjalan pulang.
IMG_20160903_111804
Pamitan sama mas karang taruna, sambutannya luar biasa 🙂

Menurut penjelasan salah satu anggota karangtaruna, wisata Punthuk Mongkrong ini baru setahun dikelola.  Tanggal 13-14 September nanti adalah peringatan setahun dibukanya wisata ini dan akan diadakan Mongkrong Night Festival yang akan diramaikan dengan pentas seni tari tradisional, pentas music, doa bersama, dan pelepasan seribu lampion.  Doakan semoga sukses acaranya dan Punthuk Mongkrong makin dikenal masyarakat.

IMG_20160903_104746
Semoga sukses acara Night Festival di ulang tahunnya 13 -14 September mendatang 🙂
IMG-20160903-WA0021
Beramai-ramai 🙂

Perjalanan selanjutnya bisa disimak disini 🙂

Advertisements

2 thoughts on “Eating, tracking, and photographing: Part 2

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s