Jakarta-Malang: Catatan Menuju Sabar #2

Akhirnya pesawat landing pukul 20.45. Saya tertidur pulas di sepanjang penerbangan tadi dan baru betul-betul terbangun saat pesawat sudah berhenti sempurna dan Anda diperbolehkan melepas sabuk pengaman (kata mbak pramugari). Berjalan cepat menyusuri lorong kedatangan dan dengan mata terpicing masih mengantuk memilih travel tujuan Malang. Tawaran pertama dari seorang calo travel segera saya terima. Yang penting cepat sampai rumah dan terkapar lagi dengan manis di kasur.

Untuk perjalanan Juanda-Malang (kota) ini saya dikenai tarip 80 ribu – ini tarip standar Juanda-Malang — dan si Calo bilang travel akan berangkat 10 menit lagi. Transaksi beres.

Penumpang lain adalah seorang Ibu TKW yang baru pulang dari Hongkong. Hasil percakapan basa-basi dengan si Ibu: Ibu itu naik penerbangan langsung Hongkong-Surabaya menumpang Cathay Pacific, sudah tujuh tahun jadi TKW di sana, dan sangat terkejut saat tahu saya kena tarip 80 ribu karena dia harus membayar 250 ribu untuk jarak tempuh yang sama. Dengan setengah melotot (mungkin karena ngantuk juga) dan setengah berteriak (saya rasa karena lapar) Ibu itu memprotes ketidakadilan yang diterimanya. Pikir saya, ini pasti salah satu praktek nyata pemerasan terhadap pahlawan devisa negara di Indonesia. Mentang-mentang baru datang dari bekerja di luar negeri mereka menjadi ajang bulan-bulanan orang-orang yang ingin ikut mencicipi kesuksesan mereka tanpa susah payah. Saya sudah bermaksud untuk mengompori si Ibu ini untuk demo dan protes ke mas-mas Calo tadi saat melihat ke bangku belakang yang tetap terlipat. Dan disanalah jawabannya. Ruang belakang dipenuhi oleh barang bawaan si Ibu. Koper ukuran terbesar, agak besar, sedang, kecil, dan berbagai bungkusan lain tertumpuk rapi disana. Ya pantas saja kena tarip untuk 3 orang plus 10 ribu jasa angkut. Ya sudah Bu, ini tarip wajar. Yang saya tidak habis pikir, bagaimana cara si Ibu membawa seluruh isi kamarnya ini selama perjalanan tadi. Ya tentu saja masuk bagasi, tapi kan pakai acara pindah tempat juga. Sakti juga si Ibu. Bumi dan langit dengan saya yang sedapat mungkin hanya membawa satu ransel kemanapun dan berapa lama pun saya pergi.

Si Ibu memilih bangku depan sehingga bangku tengah dapat saya kuasai. Niat tidur selonjor pun sudah tersusun di pikiran. Perjalanan malam ini saya harap bisa menjadi pengantar tidur. Tapi yang terjadi adalah sebaliknya. Sound system di mobil avanza hitam ini memperdengarkan lagu-lagu ala Gangnam Style “Ai lov it mufid mufid…” dengan volume maksimal! Mirip angkot kesurupan di siang hari. Untung saja sopirnya tidak keberatan saat saya minta mengecilkan volume. Mudah-mudahan ini bukan cara si Sopir mengusir kantuk. Karena saya lebih rela diajak disko selama kurang lebih 2 jam daripada tidak selamat sampai rumah gara-gara sopir ngantuk. Ternyata masalah belum berakhir. Si Ibu meminta AC dimatikan, karena bisa mabuk gara-gara AC. Alhasil, jendela depan dibuka lebar-lebar dan angin malam menerobos kencang ke dalam kendaraan membawa asap truk, bis, dan kendaraan lain yang berkejaran di depan. Bukan dia yang mabuk malah saya yang kliyengan. Itupun belum mampu menyembuhkan mabuk si Ibu. Mobil berjalan dengan kerja gas dan rem yang tidak sinergi. Gas dan rem berebut dulu-duluan diinjak. Selagi mobil melaju kencang, tiba tiba rem nyerobot maju. Begitu juga saat rem belum selesai sempurna, gas sudah mendahului. Saya menjadi ragu, jangan-jangan sopir ini dulunya pembalap gagal yang banting setir menjadi sopir travel. Kalau cara nyetirnya seperti ini tidak hanya si Ibu yang mabuk, saya juga harus siap-siap kresek. Duuh, sabar, sabaaaarr…. Tapi untungnya cukup si Ibu saja yang muntah-muntah sepanjang perjalanan. Saya bertahan tidak muntah karena muntah itu sama sekali tidak elegan.

Ngebut, ngepot, nikung... :(
Ngebut, ngepot, nikung… 😦

Akhirnya perjalanan Surabaya-Malang ditempuh dalam waktu 1,5 jam. Masuk rumah pukul 10.30 dan berkemas sebentar untuk siap-siap… tidur! Karena batapapun enaknya tidur di kendaraan saya masih merindukan tidur di rumah. I miss my pillow… very much

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s